Today

Peserta Vaksinasi Lansia Hari Kedua Membludak, Dinkes Khawatir jadi Klaster Baru

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Peserta vaksinasi bagi lansia di hari kedua yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur makin membludak. Tak heran jika kondisi tersebut dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Berdasarkan pantauan Cianjur Today pada Selasa (23/3/2021), warga mulai berkerumun sejak pagi hari di area BCNY Cianjur dan mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak.

Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan mengatakan, para lansia yang mengikuti vaksinasi tersebut berasal dari Kecamatan Cianjur dan Karangtengah yang diikuti oleh seluruh kelurahan yang ada di dua kecamatan tersebut.

“Untuk sasaran per hari ada 750 lansia, dengan total 1.500 yang dilaksanakan selama dua hari,” ujar Irvan kepada Cianjur Today, Selasa (23/3/2021).

Terkait pengamanan dan penerapan prokes, Irvan mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengupayakan agar seluruh warga tetap bisa menjaga jarak.

“Kami terus upayakan pelaksanaan prokes terus dilakukan, tapi yang namanya membludak seperti ini, kami perlu menginformasikan terus-menerus,” ungkapnya.

Ia mengatakan, ruangan yang disediakan untuk pelaksanaan vaksinasi memang cukup, tetapi warga harus terus-menerus diingatkan agar bisa menjaga jarak satu sama lainnya.

Bahkan, Irvan khawatir, kerumunan yang terjadi bisa menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 di Cianjur.

“Tentu takut jadi klaater baru, ini kan yang kita coba terus-menerus diinformasikan yah, hanya saja ini melebar mengerucut lagi, melebar dan mengerucut lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengungkapkan, bahwa untuk jaga jarak saat vaksinasi dengan peserta membludak masih sulit dilakukan.

“Saya rasa untuk jaga jarak belum bisa kita lakukan karena memang ini dari berbagai macam daerah di sini. Tapi untuk prokes pemakaian masker, saya lihat sudah dilaksanakan dan sudah diwanti-wanti,” paparnya.

Jadi, lanjut dia, peluang untuk terpapar Covid-19 ini jika sama-sama memakai masker hanya dua persen, kalau dengan jaga jarak itu 0 persen.

“Saya rasa klaster baru tidak akan ada. Mungkin ada satu atau dua tapi tidak akan menimbulkan klaster,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button