Today

PLN Berikan Edukasi Bahaya Menanam dan Menebang Pohon Dekat Jaringan Listrik

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Perusahaan Listrik Negara (PLN) ULP Cianjur Kota menanggapi adanya masyarakat yang tersengat jaringan listrik di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu. PLN ULP Cianjur Kota pun mengimbau dan mengedukasi masyarakat agar tidak menanam pohon di dekat jaringan listrik.

Manajer PLN ULP Cianjur Kota, Hendra Hidayatullah mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat soal bahaya menanam pohon di bawah aliran listrik.

“Karena ketika pohon sudah rimbun dapat sangat berbahaya, terlebih dengan adanya kejadian warga yang tersengat tersebut menjadi gambaran untuk kita semua,” tuturnya kepada Cianjur Today, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, Hendra menuturkan, masyarakat diminta tidak mendekati atau menebang pohon yang berada dekat dengan jaringan listrik tanpa melakukan koordinasi lebih dulu dengan pihak PLN.

“Itu dapat berpotensi mengancam keselamatan, masyarakat bisa menghubungi kantor PLN terdekat atau hubungi contact center PLN (022) 123 dan kami siap melakukan perabasan pohon milik warga yang mendekati jaringan listrik secara gratis,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang warga bernama Dedi (45) tewas terbakar akibat tersengat kabel listrik di Kampung Babakan Pandan RT 01/RW 01, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Senin (30/11/2020). Korban merupakan ketua RT yang hendak memotong dahan dan ranting pohon di salah satu rumah warga.

Pemilik rumah, Dian Wisdianawati (35) mengatakan, korban memang sudah biasa membantu di kediamannya. Bahkan, korban pernah membantu mengecat dan membersihkan kamar mandi miliknya.

“Sebelumnya korban dikasih tahu untuk hati-hati, karena ada kabel listrik. Memang mau memangkas pohon sukun karena sudah tinggi dan buahnya sudah matang,” tuturnya kepada Cianjur Today, Senin (30/11/2020).

Tak lama kemudian, lanjut Dian, terdengar teriakan dari luar rumah. Ia mengaku belum menyadari bahwa warga sekitar melihat korban terbakar dan berteriak.

“Depan rumah ramai yang teriak-teriak seperti minta tolong, kan kita tahunya ada Pak Dedi di depan. Tidak berselang lama, keluar rumah dan dikasih tahu ada yang kesetrum,” jelasnya.

Pihak keluarga pun tidak berani mengambil tindakan lalu langsung menelepon pihak PLN dan ambulans. Namun, petugas kesehatan pun tidak berani bertindak karena pihak PLN belum datang.

“Ambulans datang juga belum berani menurunkan, karena itu kan kabel listrik. Jadi menunggu PLN, ada kurang lebih satu jam di atas,” terangnya.

Nahas, korban terbakar selama kurang lebih satu jam dengan kondisi hangus, setelah dievakuasi oleh Damkar Cianjur dan tim kesehatan.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button