Today

Pohon Kakija ‘Disakiti’ Poster Balon Kades

CIANJURTODAY.COM, Bojongpicung – Pohon di Cianjur kembali menjadi objek kampanye menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020 mendatang. Termasuk pohon di kanan dan kiri jalan (kakija) di Kecamatan Bojongpicung, beberapa desa di sana akan melaksanakan pilkades. Di antaranya Desa Nerglasari, Hegarmanah, Sukaratu, Kemang, Bojongpicung, Cibarengkok, Jatisari, Cikondang, Sukajaya dan Sukarama.

Terlihat alat peraga kampanye (APK) sejumlah bakal calon (balon) kades berupa poster atau banner yang dipasang pohon kakija. Bahkan ada salah satu balon yang sudah percaya diri menuliskan dirinya calon kades, meskipun panitia belum melakukan penetapan calon.

Ketua Yayasan Hijau Indonesia (Yahi) Kabupaten Cianjur, Endang Kohar, menjelaskan, para bakal calon apa pun diharapkan tidak memasang benner, baligo, sepanduk, atau APK lainnya pada pohon. Apalagi dengan cara dipaku atau dipasang di lingkungan kantor milik pemerintahan, sarana tempat pendidikan, tempat ibadah dan ditempat milik umum.

“Hal tersebut akan mengganggu ketertiban, keindahan, keamanan dan kenyaman lingkungan. Selain itu jenis pohon apapun itu sama makhluk tuhan yang memiliki nyawa, juga patut dihargai, dihormati dan dilestarikan dengan nyaman, tidak disakiti,” paparnya kepada Cianjur Today, Jumat (20/12/2019).

Pihaknya mengharapkan bakal calon Bupati, Wakil Bupati, dan Kades di Kabupaten Cianjur, tidak merusak lingkungan. Misalnya memasang APK dengan cara dipaku di pohon apa pun.

“Pada Pemkab Cianjur, kecamatan dan pihak pemerintahan desa mana pun, diharapkan segera mengambil tindakan untuk membersihkan APK dipaku di atas pohon dan tempat sarana milik umum.” tambahnya.

Belum Menetapkan

Sementara itu, pemerihati pembangunan desa, Erwin (54), menambahkan, para Balon Kades yang menyebut namanya sebagai Calon Kades itu tidak termasuk pelanggaran. Baik itu undang undang, peraturan menteri, atau aturan berlaku lainnya. Itu hanya merupakan pelanggaran etika, kode etik Pilkades.

Menurut Erwin, seharusnya jangan dulu menulis Calon Kades kalau pihak Panitia Pilkades belum menetapkan dari balon menjadi calon. Panitia melaksanakan tugasnya disesuaikan dengan tahapan yang ada.

“Bila ada Balon Kades kemudian menyebut dan menulis Calon Kades pada banner, spanduk, dan baligho, itu hanya ke-PD-an, salah tulis atau kurang memahami saja.” ucapnya.(ct5)

Kontributor: Apip Samlawi

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami