Today

Polisi Masih Selidiki Dua Mayat Lansia yang Ditemukan Tinggal Tulang dan Kulit di Cianjur

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Polres Cianjur masih menyelidiki terkait penemuan dua mayat lansia di dalam sebuah ruko di Jalan KH Hasyim Asyarie, Warujajar, Kelurahan Solokpandan, Cianjur. Hingga kini, penyebab kematian keduanya belum diketahui.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Anton menjelaskan, di rumah tempat mayat ditemukan, tidak ada barang-barang yang hilang, sehingga tidak mengarah pada aksi pencurian.

“Terus yang kedua dari visum luar tidak nampak luka-luka di kulit maupun bagian tubuh yang masih kelihatan itu tidak nampak kayak luka dan sebagainya,” tutur Anton kepada Cianjur Today, Senin (8/3/2021).

Maka dari itu, lanjut Anton, untuk sementara belum ditemukan penyebab kematian kedua kakak beradik tersebut, karena sampai saat ini penyelidikan masih berlanjut.

“Jadi sementara ini kesimpulannya belum ditemukan, namun kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Namun, Anton menyebut, apabila salah seorang ada yang masih sehat, seharusnya masih bisa meminta pertolongan. Tetapi, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda apapun.

“Karena kemungkinan kalau yang satunya sakit dan yang satunya sembuh itu bisa minta pertolongan dan itu tidak ada keluarganya yang lain, hanya tinggal berdua saja,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ditemukan dua mayat lansia kakak beradik di dalam sebuah ruko di Jalan KH Hasyim Asyarie, Warujajar, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, Jumat (5/3/2021). Mayat ditemukan hanya meninggalkan tulang dan kulit saja.

Menurut saksi, Ahmad Zein (43), ia menemukan dua mayat itu ketika akan memperbaiki saluran air di ruko tersebut. Selain itu, pihak keluarga korban yang berasal dari Bekasi pun tidak bisa menghubungi korban.

“Akhirnya pihak keluarga pun meminta untuk membongkar pintu ruko tersebut,” ujarnya kepada Cianjur Today, Jumat (5/3/2021).

Ketika memasuki ruko, ia mendapati mayat pertama berjenis kelamin laki-laki di ruang kedua setelah kamar. Mayat tersebut tergeletak dengan posisi miring di bawah kursi.

“Sementara mayat kedua perempuan ditemukan terlentang di ruangan ketiga,” jelas dia.

Ia mengatakan, dua mayat tersebut merupakan warga keturunan Tionghoa yang sudah lanjut usia (lansia). Ahmad menilai, usianya berkisar antara 60-70 tahun dan sudah tinggal di bangunan bekas warung itu sekitar 10 tahunan.

“Kalau lihat kondisi mayatnya sudah sekitar dua atau tiga bulan di dalam situ. Karena saya lihat koran di sana tertanggal Desember 2020,” kata dia.

Ahmad mengaku, selalu bertemu dengan kedua korban. Korban laki-laki kerap disapa Tete oleh warga, sementara korban perempuan sering disapa Asiong.

“Tiap subuh suka ketemu, tapi jarang bersapa. Sempat lima hari gak keliatan, saya kira pergi ke keluarganya di Bekasi,” tandasnya.(afs/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button