Today

PPDB Online Masih Akan Berlaku Selama Pandemi, Sekolah Sulit Melakukan Sosialisasi

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021-2022 di Kabupaten Cianjur diperkirakan akan tetap dilakukan secara online atau daring. Selain itu, sistem zonasi pun kemungkinan besar akan tetap dilaksanakan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Cianjur, Agam Supriatna. Ia mengatakan, sistem zonasi kemungkinan besar masih berlaku serta di tengah pandemi Covid-19, PPDB online pun disinyalir tetap dilakukan.

“Termasuk memberikan kesempatan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi non-akademik. Tahun kemarin pun PPDB dilaksanakan secara daring, kalau misalnya ada yang terfasilitasi di sekolah, mungkin pendaftar memiliki kendala jaringan,” ujarnya kepada Cianjur Today, Jumat (26/2/2021).

Namun, Agam menilai, PPDB online tidak bisa dikatakan sulit atau mudah karena tergantung bagaimana memantau kemampuan pendaftar. Menurutnya, apabila pendaftar memiliki kemampuan teknologi, maka semuanya akan serua mudah.

“Melalui aplikasi yang terkoneksi secara langsung membuat pendaftar tidak harus ke sekolah, daftar dari rumah atau didaftarkan oleh sekolah sebelumnya,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, kendala pihak sekolah yang kerap dirasakan saat ini adalah sosialisasi. Agam mengatakan, sosialisasi sekolah secara online masih sulit dilakukan karena tidak semua masyarakat mampu mengakses informasi digital.

“Kalau bicara teknologi, ada kalanya sosialisasi yang dilakukan sekolah terkadang mengalami kendala. Karena sosialisasi ke sekolah-sekolah, pemerintah, dan masyarakat dilakukan online, tidak semua orang menguasai,” tuturnya.

Meskipun demikian, Agam mengungkapkan, PPDB online tidak berpengaruh pada jumlah siswa ysng mendaftar. Ia mengatakan, pendaftar dari tahun ke tahun masih stabil.

“Kalau kebutuhan 12 kelas, kuota pendaftar sekitar 400 orang dan biasanya yang mendaftar itu hampir mencapai dua kali lipat. Saat pendaftar kemarin dan beberapa tahun sebelumnya tidak ada perubahan,” terangnya.

Saat ini, sistem zonasi tetap menjadi kendala tersendiri bagi sekolah. Setiap sekolah minimal memasukan siswa sebanyak 50 persen kapasitas melalui sistem zonasi.

“Siswa dari zonasi tidak akan semua prestasinya bagus. Karena yang penting deket sekolah,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker