Opini

Psikolog: Kenakalan Remaja Didominasi Akibat Salah Pergaulan dan Rendahnya Pendampingan Orang Tua

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Sejumlah tindak kriminal yang dilakukan geng motor di Cianjur kerap terjadi di kuartal pertama 2021. Tidak sedikit dari para anggota geng motor tersebut masih dalam usia remaja.

Psikolog P2TP2A Bogor, Retno Lelyani Dewi menilai, saat masuk ke masa remaja, peran teman menjadi dominan. Sehingga, lanjutnya, keinginan individu untuk diakui dan memiliki teman banyak menjadi penting.

“Jika sudah demikian, berbagai alasan pun dihalalkan agar bisa dirangkul dan keberadaannya dianggap ada. Seperti dianggap keren, pintar, dan hebat,” tutur dia kepada Cianjur Today, Minggu (14/3/2021).

Pada geng motor, kesetiakawanan dan penghormatan pada pimpinan merupakan hal mutlak. Ini yang menyebabkan perintah dari ketua genk akan segera diikuti. Termasuk saat diminta untuk melakukan aksi yang membahayakan orang lain.

“Anggota genk motor tidak akan peduli dengan akibat, yang mereka pikirkan hanya bagaimana menunjukkan bahwa dirinya layak disebut hebat oleh teman dalam lingkungan genk. Terlebih jika disebut hebat oleh ketua genk,” jelas dia.

Retno mengatakan, ada beberapa alasan mengapa remaja-remaja tergabung dalam genk motor. Seperti merasa dapat melarikan diri dari masalah yang dialami dengan menyalurkan agresivitas melalui genk motor.

“Juga, merasa ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa bergabung dan melakukan aksi yang tergolong berani atau nekad. Artinya, tidak semata-mata krisis eksistensi,” ucap dia.

Peran keluarga dan lingkungan tentunya sangat besar. Idealnya, kata Retno, saat anak masuk ke fase pubertas, sekitar usia 10-11 tahun, orang tua harus bisa terlibat dalam kegiatan anak dan sebaliknya, orangtua juga melibatkan anak dalam kegiatan orang tua.

“Ajak dan kondisikan agar anak akan merasa nyaman dan tertarik dengan kegiatan yang dilakukan. Hal ini akan memperkuat ikatan emosional dengan anak. Sehingga definisi anak tentang perilaku baik, menyenangkan, dan bermanfaat terbentuk kuat,” ungkap dia.

Retno menambahkan, peran media membantu mengedukasi orang tua menjadi penting. Karena banyak orang tua merasa anaknya sudah ‘gede’ jadi tidak perlu didampingi.

“Dengan anggapan tersebut banyak orang tua merasa santai dan sibuk menikmati kehidupannya,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker