Today

Puluhan Ribu Alat Tes Usap Disebar ke Puskesmas, Bupati Tugaskan RT dan RW Laporkan Pendatang

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Bupati Cianjur, Herman Suherman menegaskan, penanganan pandemi Covid-19 akan terus dilakukan dan diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Salah satunya dengan mengoptimalkan gugus tingkat hingga tingkat RT. Menurutnya di pekan pertama setelah Lebaran, warga Cianjur yang terdampak Corona ads puluhan.

“Alhamdulillah di minggu pertama pasca-Idulfitri yang terdampak Covid-19 hanya 80 orang, ini paling kecil di Minggu ini,” kata dia kepada Cianjur Today, Minggu (23/5/2021).

Meski begitu, Herman mengaku khawatir terhadap para pemudik yang pulang dan membawa virus Corona.

“Yang dikhawatirkan, saat pulang membawa penyakit. Maka saya tugaskan gugus tugas di tingkat RT dan RW kalau ada yang datang laporkan ke puskesmas, akan langsung swab test,” jelas Herman.

Untuk mendukung hal tersebut, Herman menyebarkan puluhan ribu alat tes usap atau swab test ke seluruh puskesmas di Cianjur. Pelayanan itu gratis untuk masyarakat.

“Sekarang swab 60.000 disebarkan ke puskesmas, gratis untuk antisipasi agar Covid-19 trennya datar, tidak naik lagi,” kata dia.

Sudah Ribuan Guru Divaksin

Di sisi lain, Pemkab Cianjur tengah menggalakan vaksinasi kepada guru. Saat ini masih ada 8.000 guru yang belum divaksinasi jelang pelaksanaan pendidikan tatap muka (PTM), Juli 2021 mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur Himam Haris, mengatakan total ada sekitar 20 ribu guru PNS dan honorer di Kabupaten Cianjur. Saat ini vaksinasi baru mencapai 12 ribu guru yang sudah divaksinasi.

“Masih ada 8.000 yang belum divaksinasi,” kata dia.

Menurutnya, paling banyak guru yang belum divaksinasi yakni di wilayah Cianjur selatan yang mencapai 5.000 guru. Sedangkan di wilayah utara hanya tersisa 3.000 guru yang belum divaksinasi.

“Jadi vaksinasi kita bagi dua wilayah, Cianjur utara dan selatan. Kalau persentase, capaian vaksinasi guru di selatan baru 40 persen dan di wilayah utara sudah 70 persen dari total guru di wilayah masing-masing,” kata dia.

Himam mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19 untuk melakukan percepatan vaksinasi, sebab pelaksanaan PTM akan digelar pada Juli mendatang.

Bahkan rencananya uji coba PTM akan dilakukan saat Ujian Akhir Semester pada akhir Mei ini.

“Kita akan genjot supaya saat PTM sudah seluruh guru divaksinasi. Lebih bagus sebelum uji coba PTM persentasenya sudah di atas 80 persen,” pungkasnya.(afs/ct10/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami