Today

Q Minta Pemerintah Segera Akhiri Segala Sesuatu Tentang Covid-19

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Kebijakan pemerintah dalam menangani tentang Covid-19 dinilai kurang efektif. Malah selama kurang lebih tiga bulan, kebijakan pemerintah menuai kritik dari masyarakat. Beberapa di antaranya mulai mengadu untuk segera mengakhiri segala sesuatu yang dilakukan tentang penanganan Covid-19.

Salah seorang warga Jakarta yang tidak ingin disebutkan namanya, berinisial Q, mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan lockdown tidak efektif. Namun Herd immunity harus diterapkan.

“Jika PSBB sudah dilakukan selama kurleb hampir 3 bulan dan belom berhasil, jelas ini tidak efektif. Kenyataanya masih banyak banget masyarakat melakukan kegiatan social, karena harfiahnya manusia adalah mahluk sosial,” tuturnya kepada Cianjur Today, Sabtu (06/06/2020).

“Jika Lockdown tidak mampu dilakukan karna keterbatasan anggaran. Maka, satu-satunya yang dilakukan adalah Herd Immunity, manfaatkan seleksi alam raya,” kata Q.

Ia pun memberikan saran tentang penanganan Covid-19. Ia mengatakan, jika Covid-19 menyerang yang usia rentan, perlu adanya pemisahan dengan yang usia produktif.

“Terserah mau bikin rusun kek, apa kek, bangun tim untuk menjaga mereka. Jangan sampe usia produktif berhenti yang akhirnya ekonomi negara bakal anjlok,” kata dia.

Namun, ia berterima kasih atas donasi dan bantuan yang memang tetap sasaran. “Meskipun gak semua tepat sasaran, tapi kita bukan kaum yang hidup mengandalkan donasi, mau sampai kapan?” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat kelas menengah dan kelas bawah tidak pernah mengemis kepada pemerintah. “Kita usaha untuk hidup atas kemandirian, tolong jangan di persulit. Kalau surat Tes Sehat Covid-19 itu wajib digratiskan, bukan di duitin,” katanya.

Berikan Solusi Terbaik

Hal yang paling penting ialah mengembalikan fungsi media sebagai kontrol sosial. Tujuannya untuk menyebarkan berita positif dan membangun pikiran yang baik kepada khalayak.

Q pun menilai, pemerintah tak seharusnya terpaku pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinilai mencakup pertimbangan yang sebelah pihak.

“WHO gak pernah jualan bakwan, atau jadi akang warkop, atau jadi driver ojol, atau hidup di pedalaman dengan kondisi ekonomi dan geografis yang beda beda. Jadilah Bangsa yang Mandiri, kenali dan berikan solusi yang terbaik untuk masyarakat.” tutupnya.(afs/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami