CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dedah (80) warga asal Kampung Kebon Manggu, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur ini harus hidup sebatang kara merawat cucunya sendirian. Cucu berusia empat tahun yang tidak disebutkan namanya itu pun sudah lama tanpa daksa.

Selain harus merawat cucunya yang ditinggalkan orang tuanya di luar kota, Dedah pun harus meratapi nasib tidak mengenakan ketika rumahnya hancur tertimpa pohon pada, Rabu (11/12/2019) lalu. Alhasil, ia pun harus menumpang di rumah anaknya yang tak jauh dari rumahnya.

“Sehari-hari saya hanya mengurus cucu saya. Karena, cucu saya kan tidak dapat berbicara, tidak bisa berjalan, tidak bisa melihat, makan minum juga tidak lancar sudah lama tanpa daksa,” tuturnya saat ditemui Cianjur Today, Kamis (12/12/2019) kemarin.

Dedah mengatakan, orang tua dari cucunya itu berada di Bogor. Ia menyebut, kedua orangtua dari cucunya itu tidak peduli sama sekali terhadapnya. Ia ingin merawat cucunya namun memiliki keterbatasan biaya.

“Orang tuanya di Bogor,” tuturnya lirih.

Selain itu, Dedah pun harus menelan pil pahit setelah rumahnya hancur tertimpa pohon ketika hujan disertai angin melanda. Beruntung, Dedah dan cucunya berhasil selamat dari bencana tersebut.

Sebab, Dedah mengaku memiliki firasat akan terjadi hal buruk padanya.

“Saya udah punya firasat saat itu. Saya merasa akan terjadi hal buruk apabila saya terus menerus berada di rumah,” ungkapnya.

Dedah berlari saat itu, menggendong cucunya. Di tengah hujan deras dan petir menyambar-nyambar, ia berlari menuju rumah anaknya. “Saya lari, biasanya tidak kuat. Saya lari, ke rumah anak saya di tengah hujan dan petir di mana-mana,” kata dia.

Hingga saat ini, Dedah berharap adanya bantuan pemerintah. Di usianya yang sudah renta, ia ingin bisa hidup tenang. “Saya harap ada bantuan dari pemerintah. Pasti ada kan buat janda yang kayak gitu,” tuturnya.(afs)