Gaya Hidup

Review Film Don’t Breathe 2, Kisah Kakek Buta Menyelamatkan Gadis Kecilnya

CIANJURTODAY.COM – Sony Pictures sudah merilis film Don’t Breathe 2 pada (3/9/2021) lalu. Film tersebut merupakan sekuel dari Don’t Breathe yang pernah tayang pada 2016 silam.

Don’t Breathe merupakan film bergenre horor, thriller, dan aksi asal Amerika Serikat yang menampilkan aktor Stephen Lang sebagai seorang kakek tua buta bernama Norman Nordstrom.

Disutradarai oleh Rodo Sayagues dari skenario yang ditulisnya bersama sutradara Don’t Breathe musim pertama, Fede Ivarez.

Kesuksesan di film sebelumnya membuat sekuel ini dinanti oleh para penonton. Terbukti, di hari-hari penayangan perdananya film ini menjadi yang paling banyak ditonton di masa pandemi ini.

Selain itu juga, film ini mendapat beragam ulasan dari para penonton dan lebih cendrung pada ulasan positif.

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa sekuelnya ini lebih humanis dan natural, namun film ini tetap memiliki rating R.

Sinopsis Don’t Breathe 2

Menceritakan kisah orang buta bernama Norman Nordstrom yang bersembunyi selama bertahun-tahun di sebuah pondok terpencil. Ia merawat dan membesarkan seorang gadis yatim piatu dari kebakaran rumah.

Di situasi yang tenang, tiba-tiba saja sekelompok penculik muncul dan mengambil gadis tersebut. Hal itu memaksa pria buta ini untuk meninggalkan tempat persembunyian dan menyelamatkan gadis tersebut.

Meski buta, Norman memiliki kemampuan luar biasa dalam melindungi dan mengenali sekitarnya hanya melalui hembusan napas.

Norman tinggal di pondok terpencil itu untuk bersembunyi dan berpikir bahwa tidak ada orang yang bisa menemukannya dan mencurigai perbuatannya.

Norman membesarkan dan menyayangi Phoenix seperti anaknya sendiri dalam pondok terpencil itu.

Gerombolan penculik itu datang untuk menculik sang gadis kecil yang disayanginya. Kejadian itu membuat Norman mau tidak mau harus nekat keluar dari tempat persembunyiannya untuk menyelamatkan Phoenix.

Norman pun mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya demi menyelamatkan gadis kecilnya.

Norman Nordstrom tampak tak peduli keluar dari pondoknya dan tak segan mengerahkan kekuatannya demi menyelamatkan Phoenix.

Ia berani mengambil risiko untuk menyelamatkan Phoenix padahal bisa saja kasus lamanya itu terbongkar dan ia bisa tertangkap jika memaksa keluar dari pondokan.

Cerita dalam Don’t Breathe 2 memang sedikit berbeda dengan Don’t Breathe musim pertama.

Don’t Breathe 2 ini ditayangkan dengan cerita yang lebih humanis meski masih ada beberapa adegan sadis.

Norman Nordstrom tampil sebagai tokoh yang anti-villain dalam musim kedua ini. Ia berperan dengan sangat brutal menghabisi lawan demi menyelamatkan Phoenix.

Stephen Lang juga tampil sangat totalitas dalam film Don’t Breathe musim kedua ini. Ia memakai lensa kontak khusus demi tampil prima menjadi seorang kakek buta.

Stephen Lang sebagai pemain satu-satunya yang bertahan dari musim pertama juga menyatakan bahwa naskah film keduanya ini sangat bagus.

Untuk perilisan di Bioskop Indonesia sendiri masih belum ada info lebih lanjut, karena sebagian besar bioskop di Indonesia masih tutup.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button