Jabar

Ridwan Kamil Sebut PPKM di Jabar Efektif, Begini Penjelasannya!

CIANJURTODAY.COM, Bandung – Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif di sejumlah daerah. Namun hal berbeda disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mengungkapkan PPKM efektif meningkatkan kedisiplinan masyarakat di Jabar.

“Kalau ditanya ke saya apakah PPKM efektif meningkatkan kedisiplinan? Saya menjawab meningkatkan kedisiplinan,” ujar Ridwan Kamil, dikutip Cianjur Today, Jumat (5/2/2021).

Pria yang karib disapa Kang Emil pun menjelaskan, hasil efektivitas masyarakat Jawa Barat dalam menerapkan protokol kesehatan disampaikan melalui akun sosial media pribadinya dalam bentuk laporan mingguan. Laporan kepatuhan itu merupakan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim pemantau protokol kesehatan yang terdiri atas unsur TNI/Polri dan Satpol PP melalui aplikasi yang disediakan pemerintah pusat dan Satgas Penanganan Covid-19.

“Tugasnya TNI, Polri, dan Satpol PP ini setiap hari berkeliling memantau taman, jalanan, ruang publik, dan memantau setiap keramaian,” jelas Emil.

Hasil pemantauan itu, lanjutnya, kemudian diunggah dengan menyertakan foto serta data persentase di setiap tempatnya. Pemantauan itu kemudian dilaporkan dalam bentuk laporan mingguan. Dari laporan tersebut, Emil menambahkan, Pemprov Jabar kemudian membuat klasifikasi zona kepatuhan dari 27 wilayah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

“Oleh kami dibikin klasifikasi yang zona merah itu kalau kepatuhannya di bawah 60 persen, kalau zona kuning kepatuhannya ada di 60 sampai dengan 90 persen, dan kalau zona hijau itu di atas 90 persen,” tutur Emil.

Ia mengklaim, laporan yang dibuat Pemprov Jawa Barat cukup membantu dalam upaya meningkatkan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Supaya masyarakat memahami, saya selalu rilis setiap minggu agar masyarakat ikut mengapresiasi atau mengkritisi jika ada daerah-daerah yang kurang,” ucap Emil.

Menurut Emil, sebelum ada laporan itu, kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker hanya sekitar 50 persen, sedangkan data terbaru ada di angka 83 persen. Kemudian, kedisiplinan menjaga jarak yang sebelumnya berada di angka 45 sampai 48 persen, kini berada di angka 81 persen.

Perubahan itu, imbuh mantan Wali Kota Bandung ini, juga tidak terlepas dari adanya PPKM.

“Dan hasilnya memang luar biasa di beberapa daerah, misalnya, Kabupaten Tasik yang sempat merah saat ini naik karena merasa termotivasi oleh temuan data ini. Walaupun belum sempurna karena mayoritas juga masih belum 100 persen,” ungkap Emil.

Emil berharap, hasil evaluasi yang telah dilakukan Provinsi Jabar dapat menyemangati daerah-daerah lain bahwa dengan ketegasan dan transparansi informasi akan dapat menghasilkan kedisiplinan masyarakat.

“Mudah-mudahan yang merah-merah naik jadi kuning, dan yang kuning-kuning semua naik jadi hijau. Saya berharap dalam waktu dekat semua daerah di Jawa Barat bisa semuanya hijau yaitu kepatuhannya di atas 90 persen,” tandasnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button