Nasional

Rilis BNPB: 429 Bencana Terjadi di Indonesia, 223 Orang Meninggal, Peristiwa Banjir Paling Tinggi

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) merilis dalam akun Twitter resminya pada (14/2/2021), sejak awal 2021 tercatat sebanyak 429 peristiwa bencana terjadi di Indonesia. 223 orang dinyatakan meninggal dunia dan kejadian banjir menjadi bencana yang paling mendominasi.

Dalam grafis yang disampaikan BNPB, sebanyak 245 bencana banjir sejak 1 Januari 2021. Kemudian longsor 77 kejadian, puting beliung 81 kejadian, gempa bumi 10 kejadian, gelombang pasang dan abrasi delapan kejadian, karhutla delapan kejadian, sementara erupsi gunung api dan kekeringan masih nihil.

Kejadian bencana terbanyak ada di Pulau Jawa. Tertinggi ada di Jawa Barat dengan 93 kejadian, Jawa Tengah 74 kejadian, Jawa Timur 59 kejadian, dan Banten 19 kejadian. Sementara di luar Jawa tertinggi terjadi di NTB sebanyak 28 kejadian.

Bencana itu mengakibatkan warga terdampak dan mengungsi sebanyak 2.683.241 jiwa. Sedangkan sebanyak 223 jiwa meninggal dunia dan delapan orang hilang serta 12.063 jiwa mengalami luka-luka.

Selain itu, BNPB mencatat 49.733 rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan dan sebanyak 1.275 fasilitas umum juga turut rusak.

Sebelumnya, pada periode 1-16 Januari 2021, BNPB mencatat ada 136 bencana alam terjadi di Indonesia. Adapun bencana alam terbanyak yang terjadi yakni banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian, dan gelombang pasang dua kejadian. Dari 136 bencana alam tersebut, 80 korban meninggal dunia dan 858 orang luka-luka.

“Bencana alam ini sudah diprediksi oleh BMKG akibat dari fenomena alam, sehingga terjadi kenaikan curah hujan hingga 40 persen,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra.

Menurut dia, daerah yang memiliki ancaman bencana, mestinya waspada, lantaran puncak hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Januari hingga Februari 2021.

“Kewaspadaan penting untuk memitigasi kemungkinan terjadinya bahaya dan proses evakuasi yang perlu dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, DPR RI terus melakukan pengawasan untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan wilayah lainnya dengan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh DPR.

“Demi mempercepat penanganan bencana, Tim Pengawas DPR telah mengadakan rapat dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah,” ujar Puan, Rabu (10/2/2021).

Puan menegaskan, pengawasan pada penanganan bencana di sejumlah daerah dan berbagai masalah yang muncul di masyarakat merupakan tugas DPR RI. Pengawasan itu lalu ditindaklanjuti dengan mitra kerja, panja yang dibentuk oleh Alat Kelengkapan Dewan, tim pemantau, maupun Tim Pengawas DPR.

“DPR terus melakukan evaluasi atas penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan/atau rekonstruksi yang sedang berlangsung di berbagai daerah terdampak bencana,” tambahnya.

Oleh karena itu, sambung politikus PDIP itu, pemerintah diharapkan terus melakuman langkah antisipasi dan memperkuat upaya pencegahan bencana.

“Pemerintah agar selalu melakukan langkah antisipasi dan memperkuat upaya pencegahan bencana di setiap daerah, terutama daerah dengan risiko tinggi bencana,” tandasnya.(sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button