Today

RSUD Cimacan Catat 139 Kasus DBD, Dua Orang Meninggal Dunia

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – RSUD Cimacan Cianjur mencatat ada 139 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari awal Januari sampai Juni 2020. Kasus tersebut berasal dari empat kecamatan seperti Cipanas, Pacet, Sukaresmi dan Cugenang. Dari 139 kasus tersebut ada dua pasien yang meninggal dunia.

“Kalau jumlah totalnya 139 terhitung dari awal Januari sampi Juni sekarang. Akan tetapi sudah ada sebagian sembuh, tapi ada dua orang yang meninggal.” ujar Kepala Bidang (Kabid) Tata Usaha RSUD Cimacan, Hendrawan, Senin (29/06/2020).

Ia mengimbau masyarakat Cianjur agar tetap mewaspadai penyakit selain virus Corona, salah satunya DBD. Hal itu bisa dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih di lingkungan.

“Kami mengingatkan kepada warga agar perilaku hidup bersih dan sehatnya ditingkatkan. Terutama kebersihan lingkungan supaya tidak ada genangan air, bila ada genangan air buang, supaya tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak,” ungkapnya.

Hendrawan pun berharap, pasien DBD dan yang masih dirawat segera sembuh dan sehat seperti sedia kala.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan penyakit DBD di Cianjur setiap tahunnya selalu ada. Kasus di Cianjur tidak ada perubahan yang berarti jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Perkembangbannya memang DBD ini setiap tahun selalu ada. Pada bulan-bulan tertentu ada peningkatan,” tuturnya.

Ia meminta masyarakat waspada karena bisa menyebabkan kematian. Tercatat ada ratusan kasus DBD berdasarkan laporan di tiga rumah sakit besar di Cianjur. Seperti RSUD Cianjur, RSUD Cimacan, dan RS Dokter Hafidz.

“Saat ini dari laporan terutama di rumah sakit besar itu sekitar 300-an yang dirawat. Tapi itu dari Januari sampai dengan hari ini.” tukasnya.(ct6/afs/rez)

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker