Gaya Hidup

Rukun Iman dan Rukun Islam, Simak Penjelasan Lengkapnya

CIANJURTODAY.COM – Rukun iman dan rukun Islam merupakan pondasi utama dan dasar kepercayaan dalam agama Islam. Nah, karena masih ada yang suka tertukar dengan urutannya, berikut ulasannya.

Rukun Iman merupakan landasan kepercayaan yang wajib diyakini oleh seorang muslim. Rukun sendiri memiliki arti sebagai pilar atau tiang. Sedangkan iman, memiliki makna kepercayaan.

Rukun Islam inilah yang menjadi pedoman umum seorang muslim dalam beribadah kepada Allah Swt.

Intinya, rukun iman adalah amalan yang bersifat batiniah atau keyakinan yang ada di dalam hati. Sementara rukun Islam merupakan perbuatan atau amalan yang berbentuk fisik.

Rukun Iman dan Rukun Islam

Penjelasan 6 Rukun Iman

  1. Iman kepada Allah

Mengimani Allah Swt sebagai satu-satunya pencipta alam semesta dan seisinya. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Arbain menjelaskan makna poin pertama ini.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya dan hari kiamat dan imanlah kamu pada kepastian Allah dalam baiknya dan buruknya.”

  1. Iman kepada Malaikat

Adanya iman atau rasa percaya yang kuat dalam hati seorang muslim mendorong ia untuk taat dan menjalankan perintah Allah Swt.

Termasuk ke dalam rukun iman yaitu, percaya dengan adanya malaikat-malaikat Allah.

Seperti tertuang dalam firman Allah di surat Al-Baqarah ayat 285:

“Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.”

Malaikat adalah salah satu ciptaan Allah yang wajib kita imani keberadaannya. Karena jumlahnya pun sangat banyak.


Asal penciptaannya pun dari cahaya. Para ulama telah sepakat dan merumuskan ciri-ciri malaikat berdasarkan petunjuk Al-Quran dan hadist.

Hikmah beriman kepada malaikat yaitu mengetahui keagungan Allah Swt dengan ciptaannya yang mulia.

  1. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Kepada para Nabi dan Rasul, Allah berikan pedoman, yaitu kitab-kitabnya. Di antara kitab Allah yang wajib kita percayai adalah kitab-kitab yang telah turun kepada Nabi dan Rasul terdahulu.

Al-Quran, adalah kitab Allah yang turun secara bertahap kepada rasul terakhir Muhammad Saw dengan perantara malaikat Jibril.

Iman kepada Al-Quran, menjadikannya pedoman dan dasar melaksanakan kehidupan sebagai seorang muslim.

  1. Iman kepada Rasul

Rasul adalah penyampai ajaran Islam kepada manusia. Keberadaan Rasul dari zaman ke zaman untuk mengingatkan manusia agar tetap beriman dan bertauhid kepada Allah.

Ajaran Islam sampai kepada manusia, perintah dan larangan Allah diajarkan oleh para Nabi dan Rasul melalui perantara malaikat. Oleh karena itu, kita wajib beriman kepada Rasul Allah.

  1. Percaya Adanya Hari Akhir

Seorang muslim hendaknya mempercayai adanya hari akhir atau disebut hari kiamat. Pada hari itu, seluruh manusia akan bangkit kembali untuk menjani hisabnya masing-masing.

Allah akan menimbang semua perbuatan selama ia hidup di dunia, baik buruknya dan akan ada pertanggungjawabannya.
Balasan surga untuk perbuatan baik, dan balasan neraka untuk yang banyak berbuat buruk.

  1. Beriman kepada Qadha dan Qadar

Bahwa segala sesuatunya terjadi atas kehendak Allah Swt. Takdir sudah tertulis sejak zaman azali, jauh sebelum manusia ada. Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Tiadalah sesuatu bencana yang menimpa bumi dan pada dirimu sekalian, melainkan sudah tersurat dalam kitab (Lauh Mahfudh) dahulu sebelum kejadiannya,” (Al-Hadid: 22).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, qadar secara bahasa sama artinya dengan takdir.

Sedangkan qadha secara bahasa berarti hukum atau ketetapan. Tak lengkap jika seseorang bila ia tak percaya takdir Allah.

Dengan mempercayai takdir, manusia tidak sombong atas kebahagiaan yang ia miliki.

Juga tidak pula bersedih hati bila musibah menghampiri, karena di balik semua itu ada hikmah yang belum diketahui, sebab semuanya terjadi atas kehendak Allah.

Penjelasan 5 Rukun Islam

Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma-, Nabi Saw bersabda:

“Islam berdiri di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim.

Berikut Rukun Islam dan Penjelasannya:

  1. Syahadat

Bersyahadat adalah tanda keimanan seseorang. Kalimat syahadat berarti mengakui keesaan Allah, dan menerima ajaran rasulullah Muhammad Saw sebagai utusan Allah.

Begini bunyi kalimat syahadat:

“Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadar rosuulullah..”

Artinya: “Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

  1. Shalat

Menunaikan shalat lima kali sehari merupakan kewajiban setiap muslim yang balig dan berakal sehat.

Bagaimanapun kondisi dan keadaannya, tidak ada keringanan meninggalkannya.

Imam Muslim melaporkan dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwasannya Nabi Saw bersabda,

“Perbedaan antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”

Akan tetapi, jika seseorang berada pada kondisi tertentu seperti sakit maka boleh shalat sambil duduk, berbaring, sesuai ketentuan syariat yang berlaku. Ada juga keringanan shalat bagi orang yang sedang dalam perjalanan.

  1. Puasa

Melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah. Tidak makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Puasa melatih kesabaran dan menggerakkan hati untuk membantu orang-orang yang kurang mampu.

  1. Zakat

Ada beberapa jenis zakat yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadan, serta ada juga zakat mal alias zakat harta, yaitu zakat yang dikeluarkan berdasarkan hasil niaga atau penghasilan.

Seorang muslim wajib berzakat apabila ia mampu dan memenuhi syarat-syarat jumlah harta yang wajib keluar zakatnya.

  1. Ibadah Haji

Beberapa ulama mengatakan ibadah haji adalah wajib, dan lainnya mengatakan hukumnya sunnah.

Apabila mampu dan cukup harta untuk berhaji, maka hendaknya melaksanakan ibadah haji ke Makkah. Jika tak mampu berhaji, maka segerakan ibadah umrah.

Itulah penjelasan dari rukun iman dan rukun Islam yang harus selalu dipahami oleh para umat muslim. Emoga bermanfaat ya Today People.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button