Bisnis Today

Save The Date! Besok Akan Ada Sharing Kesehatan Mental di Sela Kopi, Anak Muda Wajib Datang!

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Besok, acara sharing dan edukasi kesehatan mental bagi milenial bertajuk “Sekopi Talks Mengenali dan Mengelola Stres di Generasi Milenial” akan diselenggarakan Sela Kopi.

Sela Kopi pun mengundang para kaum muda Cianjur, untuk mengenal lebih jauh seputar kesehatan mental bersama pakarnya.

“Kebetulan tanggal 7 kemarin itu hari kesehatan internasional, saya mau mengajak orang-orang Cianjur untuk lebih mengenal tentang kesehatan mental di generasi milenial ini,” jelas Digital Marketing Sela Kopi, Mulki (20) saat diwawancarai Cianjur Today, Jumat (9/4/2021).

Di acara ini, kamu akan dibimbing oleh narasumber terpercaya yaitu Delima Amiyati, psikolog klinis Dr Hafiz Cianjur yang akan memaparkan lengkap persoalan kesehatan mental kaum muda.

“Para pengunjung juga dapat berkonsultasi seputar kesehatan mental secara gratis, di sesi tanya jawab. Bukan hanya itu, kami juga mengundang beberapa selebgram Cianjur, sebagai bentuk perwakilan milenial Cianjur,” lanjut Mulki.

Acara ini, akan berlangsung pada Sabtu, (10/4/2021) mulai pukul 16.00 Wib – 18.00 Wib di Cafe Sela Kopi, di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat. Acara ini juga akan disiarkan melalui live Instagram Sela Kopi.

Kegiatan sosial ini meeupakan acara kesekian kalinya yang digelar Sela Kopi. Hal ini tentunya diharapkan dapat berdampak positif bagi masyarakat. Karena pada bulan lalu, juga turut mengangkat konsep art yang menampilkan seni-seni mural karya asli anak Cianjur.

“Seperti yang kita tahu, di Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur, hal tentang kesehatan mental itu masih tabu dan banyak orang yang salah presepsi tentang itu,” ungkapnya.

Nantinya acara inipun akan menghadirkan tokoh-tokoh kesehatan dan akan memberikan pengetahuan lebih luas terkait kesehatan mental.

“Generasi milenial khususnya Cianjur diharapkan lebih melek lagi soal kesehatan mental. Tahu manfaat dan pentingnya wawasan soal kesehatan mental, juga memberikan pengetahuan bahwa gangguan mental itu harus ditangani oleh ahlinya, agar para milenial tidak self diagnose tentang kesehatan mentalnya,” pungkasnya.(ega/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button