Gaya Hidup

Sejarah Hari Buruh Internasional, Mengenang Peristiwa Kerusuhan Haymarket

CIANJURTODAY.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dilakukan seluruh warga dunia tepat pada 1 Mei.

Sudah pada tahu belum sejarah Hari Buruh Internasional? Nah, kalau belum Cianjur Today bakalan kasih informasinya, simak baik-baik ya.

Sejarah Hari Buruh Internasional

Tanggal 1 Mei merupakan momentum untuk memperingati kericuhan dalam demonstrasi Haymarket pada 4 Mei 1886 silam, yang menjadi puncak kekuatan buruh saat itu.

Hari buruh identik dengan peristiwa demonstrasi besar-besaran. Hal ini sama dengan Federasi Buruh Amerika yang menuntut jam kerja dan pengupahan yang layak.

Pasalnya, sejak awal abad ke-19, banyak perusahaan yang memaksa buruh bekerja selama 14, 16, bahkan 18 jam dalam sehari.

Jumlah pekerja buruh pun melonjak sejak era revolusi industri di Eropa dan Amerika.

Mereka wajib bekerja lebih dari sepuluh jam per hari. Cedera dan kematian akibat kecelakaan kerja kerap terjadi sebagai hal yang lumrah.

Kericuhan terjadi akibat bentrok antara polisi dan demonstran yang terjadi di McCormick Reaper Works pada (3/5/1886). Akibatnya timbul korban jiwa dan luka-luka dari pihak buruh.

BURUH: Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dilakukan seluruh warga dunia tepat pada 1 Mei. (Foto: Hasna Nabila/cianjurtoday.com)

Melansir dari Suara.com, sejak 1 Mei sedikitnya 300 ribu pekerja melakukan mogok massal untuk menuntut hak-hak mereka.

Salah satunya ialah memberlakukan waktu kerja delapan jam sehari. Akibat aksi ini, negara bagian California di Amerika Serikat lumpuh total selama dua hari.

Untuk meredam aksi tersebut, pemerintah pun mengirim polisi untuk mengantisipasi aksi buruh.

Hingga pada (4/5/1886), buruh menggelar kembali aksi yang lebih besar di lapangan Haymarket.

Sayangnya, hari itu, cuaca sedang kurang baik. Massa buruh yang berawal dari ribuan orang, menyusut menjadi ratusan orang.

Sekitar 180 polisi datang untuk membubarkan aksi. Saat orator terakhir akan turun dari mimbar, sebuah bom meledak di barisan polisi.

Pengeboman tersebut menewaskan sedikitnya tujuh polisi dan delapan warga sipil akibat lemparan sebuah bom dari orang asing.

Pelaku pengeboman ini belum jelas. Akan tetapi, terjadi peristiwa ini menjadi sejarah hari buruh.

Delapan tokoh yang tercatat bersalah mendapat tuntutan dengan tuduhan pembunuhan berencana dan menerima vonis hukuman mati.

Sejarah di Indonesia

Nah, Peringatan Hari Buruh di Indonesia bermula ketika di era kolonial pada (1/5/1918) oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee.

Gagasan ini muncul setelah tokoh kolonial, Adolf Baars mengkritik harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah.

Tanah tersebut menjadi lahan untuk perkebunan. Di samping itu, para buruh juga bekerja dengan upah yang tidak layak.

Sejarah mencatat Kabinet Sjahrir justru menganjurkan peringatan ini pada (1/5/1946) pascakolonial yang muncul pada era kemerdekaan.

Lewat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 mengatur bahwa tiap 1 Mei buruh boleh tidak bekerja.

Undang-undang tersebut juga mengatur perlindungan anak dan hak pekerja perempuan.

Namun, di era orde baru perayaan hari buruh dilarang keras karena identik dengan paham komunis.

Peringatan Hari Buruh kembali menggema di era reformasi. Bahkan pada (1/5/2013) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional.

Dari tahun ke tahun, 1 Mei selalu menjadi ajang buruh untuk menuntut hak-haknya.

Mulai dari upah yang pembayarannya tertunda, jam kerja dan upah yang layak, hak cuti hamil, hak cuti haid, hingga Tunjangan Hari Raya (THR).

Itulah sejarah Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei atau dikenal juga dengan May Day. Semoga bermanfaat.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami