Gaya Hidup

Sejarah Kelam Valentine Day dari Berbagai Versi

CIANJURTODAY.COM – Tanggal 14 Februari dikenal sebagai atau hari kasih sayang. Namun tak banyak yang tahu Valentine Day ternyata memiliki sejarah kelam.

Hari Valentine juga tidak terlepas dari coklat yang biasa hanya dibanderol dengan harga yang lebih murah. Banyak hal yang digunakan untuk melambangkan hari ini. Mulai dari coklat, kartu, bunga ataupun ornamen berbentuk hati.

Lantas, apakah semua orang sudah tahu? Bagaimana cerita dan sejarah di balik hari Valentine ini? Ternyata jika sudah tahu, sejarahnya jauh dari kalimat “hari penuh kasih sayang”.

Berikut kami sajikan sejarah hari valentine dari beberapa versi,.

Festival Lupercalia

Pernah ditulis oleh J.A North dalam The Journal of Romance to this volume 98 2008. Festival Lupercalia adalah sebuah tradisi bangsa Romawi kuno yang tidak terlepas dengan hal-hal yang berbau seks.

Selain itu Lupercalia merupakan tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali. Namun pada sebuah waktu tradisi ini diubah menjadi salah satu tradisi untuk menghormati Dewa kesuburan pada zaman pra Romawi.

Upacara tradisi ini dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing. Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan mencambuk para gadis muda dengan tali yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan.

“Upacara diyakini bisa membuat perempuan lebih subur,” kata  Noel Lenski, sejawaran dari University of Colorado, Boulder, seperti dimuat USA Today.

Lupercalia ini umumnya dirayakan pada tanggal 15 Februari, sedangkan Valentine dirayakan satu hari sebelumnya yakni pada tanggal 14 Februari.

Menurut Legenda St. Valentine dan Claudius II

Legenda St. Valentine Dan Claudius II ini menceritakan seorang tokoh bernama Valentine. Kisahnya yang dipukuli dan berakhir dipancung pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Bentuk eksekusi ini merupakan sebuah hukuman karena pendeta Valentine dianggap menentang kebijakan seorang Kaisar bernama Claudius II.

Berdasarkan sejarah, Claudius II ini dikenal kejam setelah membuat Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah. Hal ini agar Roma selalu menang dalam peperangan. Sang Kaisar harus menunjukkan memiliki tentara yang kuat.

Namun hal tersebut ternyata sulit untuk diwujudkan, karena menurut sang Kaisar bala tentaranya enggan pergi ke medan perang. Hal itu karena terikat pada istri atau kekasih mereka. Untuk mengatasinya Claudius II melarang semua bentuk pernikahan serta pertunangan yang ada pada Roma.

Sayangnya pendeta Valentine ini menentang kebijakan tersebut, ia berusaha secara diam-diam menikahkan pasangan muda. Tindakan ini ketahuan dan pada akhirnya pendeta Valentine ditahan serta dihukum, kemudian tubuhnya dipukul hingga dipancung.

Hukuman ini menjadikan sebuah tanda sebagai peringatan atau perayaan yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.

Dengan legenda yang beredar menyebutkan bahwa Valentine meninggalkan catatan perpisahan untuk putri penjaga penjara yang menjadi temannya. Dengan tulisan ‘From Your Valentine’ ini menjadi populer dan banyak menginspirasi. Atas jasanya, Valentine dinobatkan sebagai orang suci hingga disebut sebagai Santo Valentine.

Nah, itulah sejarah dari hari valentine ini yang nyatanya begitu kelam dan jauh dari kata hari kasih sayang.(ct4/bbs)

Artikel diolah dari berbagai sumber

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker