Today

Sekolah Tatap Muka 2021 di Cianjur Masih Butuh Pembahasan yang Matang

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Sekolah tatap muka di Kabupaten Cianjur yang dikabarkan akan mulai diizinkan pada Januari 2021 masih perlu pembahasan. Sebab, dalam penanganan Covid-19 perlu pertimbangan yang sangat matang.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, sampai saat ini pihaknya bersama Pemda Cianjur masih mengkaji soal sekolah tatap muka di 2021 mendatang.

“Kewenangan ada di Pemda. Sehingga kita masih mengaji kondisi apakah memang memungkinkan untuk dilaksanakan sekolah tatap muka atau masih harus menangguhkan waktunya,” tuturnya saat ditemui Cianjur Today, Selasa (24/11/2020).

Bahkan, lanjut Yusman, Forkopimda sempat menggelar rapat untuk membahas soal sekolah tatap muka pada 2021. Namun, pembahasan tersebut masih perlu dilakukan agar bisa mendapatkan teknis yang maksimal dalam pelaksanaanya.

“Acuan kita masih ke SKB empat menteri kemudian ada Permenkes tentang tempat-tempat umum dan perkantoran termasuk dinas dan sekolah. Dasarnya kita ambil dari situ lalu diambil bagian pendidikannya. Kalau bisa kita kembangkan, jika tidak bisa kita akan ambil seluruhnya dari Permenkes tadi,” jelasnya.

Yusman menyebut, mengenai sekolah tatap muka pada Januari 2021 terlalu cepat atau tidak tetap memerlukan pembahasan yang matang, hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

“Kalau kita melihat, saat ini sekolah yang kita miliki tidak bisa diseragamkan dengan kondisi di DKI Jakarta. Itu juga harus jadi pertimbangan, apakah sekolah tatap muka harus dilakukan secepatnya atau harus ditangguhkan,” kata Yusman.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Suparno mengatakan, dalam pelaksanaan sekolah tatap muka pada 2021 mendatang tidak bisa dipukul rata semua daerah di Indonesia.

“Harus dibedakan antara satu daerah dengan daerah lain. Daerah yang memang terlihat sudah bisa melakukan penanganan Covid-19 dengan baik yaitu kurva penambahan kasus Covid-19 itu menurun, baru bisa dipertimbangkan. Dengan catatan bahwa penerapan protokol kesehatan harus diawasi secara ketat,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Eddy, orang tua siswa tetap harus diberi keleluasaan dalam mengizinkan atau tidak anaknya untuk sekolah tatap muka, mengingat kondisi fisik siswa berbeda-beda.

“Opsi harus dibuka bagi orang tua murid untuk memberikan izin untuk sekolah tatap muka atau tetap di rumah. Mungkin ada fisik siswa yang berbeda, ada yang lemah ada yang kuat, orang tua yang paling tahu,” ucapnya.

Maka dari itu, kata Eddy, perlu kajian khusus untuk melihat daerah mana yang memang aman untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

“Harus kita lihat zonasinya dan tetap mengawasi protokol kesehatan yang diterapkan,” tandasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button