Today

Selama Pandemi, Omzet Penjualan Batu Nisan di Cipanas Turun hingga 75 Persen

CIANJURTODAY.COM, Cipanas – Selama masa pandemi, penjualan batu nisan di Jalan Raya Cimacan, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur mengalami penurunan yang drastis, bahkan hingga 75 persen.

Hal tersebut diungkapkan penjual batu nisan di wilayah Cipanas, Firman (26). Menurutnya, semenjak Covid-19 melanda hampir satu tahun di Indonesia dan Cianjur khususnya, pendapatannya mengalami penurunan dan terancam bangkrut.

“Iya kang, semenjak Covid-19 ini pesanan untuk batu nisan menurun drastis hingga 75 persen. Biasanya sebelum pandemi pendapatan bisa 60 sampai 70 persen kini hanya 20 sampai 25 persen saja,” ujar Firman kepada Cianjur Today, Senin (15/2/2021).

Ia menuturkan, dari tahun-tahun sebelum Covid-19 melanda, pesanan batu nisan selalu ada dan meningkat setiap harinya. Namun, lanjutnya, semenjak pandemi melanda pesanan pun otomatis sepi.

“Yah kang, kalau sekarang kadang ada kadang engga ada. Makanya agar pemasukan tetap ada, saya sambil menjual lis gypsum juga, karena lumayan banyak yang beli,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Firman, untuk harga dari setiap batu nisan yang paling rumit dan yang biasa saja senilai Rp350 ribu sampai Rp800 ribu.

“Kalau sekarang kang, harga juga saya agak turunin sedikit, yang bahan bagus awalnya Rp900 ribu, kini menjadi Rp800 ribu dan bahan yang biasa saja seharga Rp400 ribu kini jadi Rp300-350 ribu,” ungkapnya.

Firman berharap, pandemi Covid-19 bisa cepat berakhir dan semua kegiatan perekonomian bisa berjalan seperti biasa lagi atau normal kembali.

“Yah pokoknya harapan saya, mudah-mudahan Covid-19 ini bisa cepat berlalu dan penghasilan usaha yang saya jalani bisa pulih kembali,” tandasnya.(ct6/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button