ABOUT DESAToday

Separuh Jalan Cibeunying Tertutup Longsor, Kades Koordinasi dengan Plt Bupati

CIANJURTODAY.COM, Cibeber – Jalan penghubung Kampung Cikadu – Cihurip, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur yang tertutup material longsor akan segera ditangani. Pemerintah Desa (Pemdes) Karangunggal sudah berkoordinasi dengan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, untuk penanganannya.

Kepala Desa Karangnunggal, M Zamzam Mubarak, menjelaskan alasan Jalan Cibeunying belum dievakuasi total setelah tertutup longsor. Hal itu disebabkan penggunaan alat berat untuk evakuasi diberi waktu hanya 10 hari saat kejadian longsor menerjang.

“Jatah penggunaan beko untuk evakuasi hanya 10 hari, jadi proses evakuasi belum semuanya beres. Satu titik jalan Cibeunying saja,” paparnya saat diwawancara melalui sambungan telepon, Minggu (3/5/2020).

Ia mengatakan, selama ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD dan PUPR namun belum membuahkan hasil. Setelah Plt Bupati Cianjur meninjau langsung jalan tersebut, kemudian ada solusi untuk membuka kembali jalan yang tertutup material longsor itu.

“Kata Pa Plt Bupati, saya disuruh langsung berkoordinasi dengannya. Karena instansi terkait seperti BPBD sedang fokus penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Zamzam mengatakan, jalan tersebut akan segera ditangani. Melihat kondisinya yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat, pihaknya juga merasa khawatir terhadap masyarakat. Sebab, berdampak cukup besar seperti para petani susah untuk mengangkut hasil tani dan yang lainnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena pihaknya sedang berusaha supaya jalan tersebut normal kembali bisa dilalui kendaraan.

“Hari Senin besok saya bersama Pa Camat Cibeber, akan menghadap ke Plt Bupati Cianjur. Insyaallah hari Selasa atau Rabu, beko sudah ada dan jalan bisa dievakuasi,” tandasnya.

Aktifitas warga terhambat

Diberitakan sebelumnya, hampir sebulan separuh jalan penghubung Kampung Cikadu – Cihurip, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur tertutup longsor. Dampaknya, aktivitas warga tersendat karena kendaraan roda empat tak bisa melintas.

Wa Kayat misalnya, warga Kampung Cihurip, Desa Karangnunggal. Ia becerita, sejak longsor menerjang desanya sebulan lalu jalan menuju kampungnya sulit dilintasi. Ada tiga titik timbunan tanah yang menghalangi jalan.

“Awalnya tiga spot. Yang longsor Cibeunying itu sebagian dibuka warga. Gotong royong sama warga,” ujarnya kepada Cianjur Today, Sabtu (2/4/2020).

Saat Cianjur Today mendatangi lokasi, ternyata jalanan rusak parah. Ada satu titik jalan di Kampung Cibeunying yang masih tertutup tanah sebagian. Hanya sepeda motor yang dapat melintas. Itu pun harus berhati-hati karena sangat licin.

Beberapa titik jalan lainnya rusak akibat retakan. Sepeda motor yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Terlebih saat hujan turun karena membuat jalan menjadi licin.

Ia menjelaskan, hampir sebulan mobil tak bisa masuk ke kampungnya. Akibatnya angkutan barang dan hasil tani tersendat. Hal ini berdampak pada membengkaknya harga.

“Belanja pupuk susah karena mobil gak bisa masuk. Kalau bawa motor repot angkutnya karema biaya transportasinya besar. Kalau pakai mobil bisa sekalian,” tambahnya.

Selain berdampak pada membengkaknya biaya transportasi. Jalan tertutup longsor juga menghambat mobil untuk mengangkut orang sakit ke fasilitas kesehatan.

“Harapan warga ingin segera diperbaiki. Longsor dibersihkan jalan retak diperbaiki. Intinya mobil bisa masuk lagi,” tandasnya.(ian/rez)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button