PendidikanToday

Siap-siap Belajar Tatap Muka, Bupati Cianjur: Guru Harus Sudah Divaksin

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai mempersiapkan mekanisme belajar tatap muka di sekolah.

Sebab, pembalajaran secara daring sudah dilakukan lebih dari setahun akibat pandemi Covid-19 hingga berdampak pada pelajar.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya baru mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau syarat agar belajar tatap muka di sekolah bisa dilakukan.

“Baru buat syaratnya, yang pertama yaitu kecamatan yang akan menggelar tatap muka harus zona hijau,” ucapnya saat dihubungi Cianjur Today, Minggu (15/8/2021).

Tidak hanya itu, Herman mengatakan persyaratan selanjutnya ialah seluruh guru dan tenaga pendidikan harus menjalani vaksinasi Covid-19. Ia juga menyoroti fasilitas kebersihan dan protokol kesehatan di sekolah.

“Kedua, 100 persen gurunya harus sudah divaksin. Ketiga infrastruktur sekolah seperti kelas, WC, tempat cuci tangan, dan lain sebagainya harus layak,” ungkap Herman.

Teknis Belajar Tatap Muka di Cianjur

Untuk teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka diserahkan kepada sekolah dan bisa menggunakan cara bergantian.

“Teknisnya ganjil genap menurut absen. Atau bisa juga pakai cara ganjil genap menurut kelas,” ujar dia.

Nantinya, pertanggungjawaban izin dan lain sebagainya dipegang oleh beberapa stakeholder, termasuk bupati.

“Untuk SMA itu oleh saya. Kalau SMP itu oleh Disdik sementara SD oleh desa,” ungkap dia.

Akan tetapi, Herman belum bisa memastikan kapan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dilaksanakan.

“Kita tunggu keputusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Tapi inginnya secepatnya,” tambahnya.

Cianjur Dapat 20 Ribu Dosis Vaksin Covid-19

Di sisi lain Kabupaten Cianjur kembali mendapatkan distribusi vaksin Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Hal ini pun memberi angin segar kepada masyarakat yang mulai antusias melaksanakan vaksinasi.

Herman mengatakan, selama seminggu vaksin Covid-19 memang sempat kosong, sehingga pihaknya hanya mengandalkan stok yang kini telah habis.

“Alhamdulillah kemarin kami sudah menerima sebanyak 20 ribu dosis. Memang, seminggu sempat kosong,” jelasnya.

Ia menyebutkan, vaksin Covid-19 yang ada merupakan berbagai jenis vaksin. Seperti Sinovac, Moderna, dan AstraZeneca.

“Secepatnya akan didistribusikan ke puskesmas, sekolah, dan pesantren. Sekarang juga kan sudah ada mobil vaksinasi,” ujarnya.

Dirinya berharap vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cianjur bisa dipercepat, sehingga bisa mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.

“Antusiasme masyarakat sekarangh tinggi. insya Allah bisa sukses, tapi masalahnya masyarakat banyak yang ingin tapi vaksin terbatas,” tandasnya.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button