Today

Simak! Jadwal dan Materi Program Belajar dari Rumah TVRI, 19 Februari 2021

CIANJURTODAY.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan stasiun Televisi Nasional (TVRI) menyediakan Program Belajar dari Rumah pada Semester Genap TA 2020/2021.

Program ini merupakan upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat pandemi virus Covid-19.

Tujuan lain program Belajar Dari Rumah (BDR) adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Tayangan edukatif di TVRI Nasional ini untuk siswa PAUD dan SD yang sedang mengikuti pembelajaran daring atau online.

Jadi, bagi siswa dan guru yang saat ini mengikuti pembelajaran jarak jauh, maka jangan lewatkan tayangan Program Belajar dari Rumah.

Mengutip akun Instagram TVRI Nasional @tvrinasional, berikut ini jadwal Belajar dari Rumah di TVRI Nasional, Jumat 19 Februari 2021.

Jadwal BDR Jumat, 19 Februari 2021

08.00-08.30 Wib PAUD : Menyayangi Makhluk Hidup

08.30-09.00 Wib Kelas 1 SD : Benda-benda yang Bisa Menyerap Air dan yang Tidak Bisa Menyerap Air

09.00-09.30 Wib Kelas 2 SD : Botol Minum Ru dan Keni

09.30-10.00 Wib Kelas 3 SD : Cepat Sembuh, Bunda!

10.00-10.30 Wib Kelas 4 SD : Alam Beserta Diagram Lingkaran

10.30-11.00 Wib Kelas 5 SD : Mari Rawat Bumi Kita

11.00-11.30 Wib Kelas 6 SD : Merancang Pidato

Materi BDR 18 Februari 2021

Kelas 1

Fian dan Ayah akan pergi naik motor. Jok motor basah karena
kena air hujan dan Ayah mengelapnya dengan kain lap. Ayah menjelaskan tentang benda yang bisa menyerap air dan yang
tidak. Di segmen numerasi, Fian menulis angka-angka di lantai
teras dengan kapur, dan menjumlahkan perkiraan dengan empat
bilangan. Ia juga melakukan percobaan membagi air di tiga
wadah berbeda untuk menjelaskan tentang pembagian utuh,
setengah dan seperempat.

Kelas 2

Ru, Keni, dan Bu Guru belajar tentang benda cair yang dapat
meresap, dan benda-benda lain yang dapat menyerapnya. Ru
mengajak untuk mengamati satu benda yang bisa menyerap air
dan satu benda yang tidak bisa menyerap air. Bu Guru lalu
membaca buku “Botol Minum Ru”. Melalui cerita tersebut,
teman-teman pemirsa dapat menambah kosakata baru dan menceritakan kembali. Pada Intuisi Bilangan, Ru dan Keni
belajar melakukan pengurangan bilangan ratusan dengan
cara mengira.

Kelas 3

Bunda sedang membuat kue, sehingga di meja makan
terlihat berserakan benda-benda untuk membuat kue. Ada
botol air mineral 1000ml (1L), teko plastik takaran, tisu
gulung, kantung kresek, kain lap, dan beberapa barang
lainnya. Ketika melihat Bunda tampak lesu, Ayah meminta
Bunda untuk beristirahat dahulu dan melanjutkannya
nanti. Bunda menolak karena belum membersihkan dan
membereskan rumah. Kak Jo lalu menawarkan bantuan
untuk membereskan rumah bersama Shinta, Dodi dan
Ayah.

Kelas 4

Teman-teman pemirsa akan membahas tentang bahaya penggunaan
plastik. Melalui buku cerita berjudul “Jamuan Makan Istimewa”,
Kakak dan Adik mengenalkan bahan lain sebagai wadah makanan,
seperti daun pisang. Kakak lalu menyinggung tentang laut sebagai
salah satu wilayah yang mengalami dampak besar akibat perubahan
iklim. Persentase jumlah terumbu karang dalam kategori rusak atau
baik digambarkan dalam diagram lingkaran.

Kelas 5

Di episode kali ini, Kak Kinan mengajak teman-teman
pemirsa melakukan berbagai aktivitas pembelajaran
yang meliputi: panduan untuk membuat teks berita,
membaca cerita “Konferensi Musim Sejagat”, mencari
faktorisasi bilangan, membuat, membaca dan
memahami data dalam tabel membaca, dan memahami
data pada diagram batang.

Kelas 6

Dino dan Jero bertemu di kafe luar ruang dan dengan serius mulai
membuat kerangka pidato. Mereka berdiskusi hal apa yang akan
dibahas dalam masing-masing bagian tersebut. Kemudian Jero dan
Dino membahas tugas dari guru untuk mencatat jumlah kantong
plastik yang digunakan di rumah selama tiga hari berturut-turut
(berbentuk tabel).

Dengan catatan, sewaktu-waktu bahwa jadwal ini dapat berubah dengan kebijakan penyiaran TVRI dan Kemendikbud.(ct7/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button