Gaya Hidup

Sinopsis Buku Nyai Dasima, Cerita yang Takkan Pernah Mati

CIANJURTODAY.COM – Buku Nyai Dasima memiliku cerita yang sangat populer pada masa sebelum peperangan. Kepopuleran cerita teraebut dibuktikan dengan dijadikannya cerita itu sebagai bahan pementasan sejumlah pertunjukan sandiwara pada masa itu.

Berikut Identitas Buku Nyai Dasima

Kategori: Masup Jakarta, Sejarah Batavia, Sejarah Perempuan
Book Details
Berat 0.15 kg
Dimensi 14 × 21 cm
Pengantar
JJ Rizal

ISBN
978-602-96256-1-5

Cetakan
Cetakan II

Edisi
Satu Bahasa

Penerbit
Masup Jakarta

Tahun Terbit
2013

Jenis Kertas
Book Paper

Jilid Buku
Soft Cover

Keterangan Isi
Hitam Putih

Ketebalan Buku
xx + 132 hlm

Sinopsis

Nyai Dasima adalah sebuah buku karangan G. Francis yang terbit pada tahun 1896, yang ditulis berdasarkan kisah nyata, kisah tentang seorang istri simpanan yang bernama Nyai Dasima, lokasi cerita yang terjadi di sekitar Tangerang dan Batavia pada sekitar tahun 1813-1820-an.

Nyai Dasima merupakan gadis berasal dari desa Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William.

Karena sebab itu akhirnya ia pindah ke Batavia. Dasima menjadi terkenal karena kecantikan dan kekayaannya.

Kemudian ada salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat untuk memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung agar Nyai Dasima mau menerima cintanya.

Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Namun pada akhirnya, setelah berhasil dijadikan istri mudanya Nyai Dasima hanya disia-siakan oleh Samiun..

Semua hartanya dikuasai oleh Samioen, Dasima menjadi budak istri pertama Samioen dan ibunya. Karena mendapatkan perlakuan seperti itu, Dasima mengancam Samioen akan melaporkan kepada tuannya.

Laki-laki itu merasa terancam. Ia berencana membunuh Dasima. Namun sebelum membunuh, ia ragu-ragu lalu datang kepada gurunya. Sang guru mengatakan tidak apa-apa membunuh, tidak berdosa.

Dosamu akan hilang setelah kamu pergi ke Mekkah dan berhaji di sana. Dasima dibunuh oleh orang suruhan Samioen bernama Poesa kemudian mayat Dasima dibuang ke kali…

Mayat Sang Nyai hanyut sampai di belakang rumah tuannya. Sang tuan sangat sedih dan peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Peristiwa kejahatan itu terungkap dan Samioen akhirnya ditangkap polisi.

Nyai Dasima dapat digolongkan sebagai buku karya sastra Indonesia yang terbit sebelum masa Balai Pustaka.(ct7/afs)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami