Today

Skimming Bank BRI Cianjur, Pimpinan Cabang Harus Bertanggung Jawab Secara Moral

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Kejelasan kasus skimming Bank BRI Cianjur dinilai belum transparan kepada para nasabah yang telah kehilangan uangnya.

Walaupun pihak BRI Cianjur sudah mengganti kerugian, kasus ini harus diusut tuntas dan dicegah di kemudian hari.

Pakar Hukum Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Asep Rudiyana menjelaskan, pimpinan cabang menjadi penanggung jawab atas setiap operasional perbankan.

“Dia penanggung jawab semua operasional. Yang namanya penanggung jawab harus bertanggung jawab secara etika ketika ada apa-apa di lingkungannya,” tutur dia kepada Cianjur Today, Senin (12/4/2021).

Apabila memang ini kejahatan skimming, pihak bank khususnya pimpinannya harus menyelidiki pelaku kejahatan itu. Hal ini dibutuhkan agar menciptakan kejelasan.

“Kalau pertanggungjawaban hukum harus melalui putusan pengadilan, adapun ada pertanggungjawaban dari pimpinan cabang harus dalam bentuk etika perusahaan seperti menjamin uang nasabah aman,” kata dia.

Asep menegaskan, seharusnya pimpinan cabang yang menjamin dan menjaga keamanan uang yang disimpan nasabah.

Maka, pimpinan cabang perlu bertanggung jawab secara moral.

“Dia juga harus bertangung jawab secara moral dengan mengusut tuntas kasus ini.

Dia juga harus terbuka pada aparat hukum, memberikan informasi untuk menuntaskan kasus ini,” jelas dia.

Dalam kejahatan skimming, nasabah berhak tahu modus operandinya seperti apa.

Dalam perbankan, pasti ada alur atau histori seperti dalam pembukuan.

“Ini kejahatan IT sehingga belum banyak orang yang mengira, seharusnya perbankan mengantisipasi di tingkat IT, pimpinan cabang harus bisa mengantisiapasi sejauh mana kejahatan ini bisa masuk, nasabah perlu tahu sistem keamanan di BRI seperti apa,” kata dia.

Penjelasan Skimming Bank BRI Cianjur

Sebelumnya, Pimpinan Cabang BRI Cianjur, Yoni Ariyanto menegaskan, hilangnya uang puluhan nasabah disebabkan oleh skimming.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan soal skimming yang diklaim menjadi penyebab hilangnya uang para nasabah secara tiba-tiba.

“Saya tidak berkompeten (soal Skimming), cari saja di google,” tutur dia saat konferensi pers bersama para wartawan, Jumat (9/4/2021).

Menurut dia, teknis investigasi soal skimming atau bukan lebih baik ditanyakan pada kantor pusat BRI.

Ia pun mengaku tidak memiliki pengetahuan untuk menjawab soal skimming

“Saya tidak berkompeten, saya tidak memiliki ilmu pengetahuan untuk menjawab soal ini,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, sudah ada 76 nasabah yang melaporkan bahwa saldonya hilang tiba-tiba.

Pihaknya mengklaim hal itu disebabkan karena skimming.

“Yang menentukan skimming itu pusat karena desk investigasi ada di kantor pusat.

Dan, semua saldo yang hilang sudah diganti,” kata dia.

Selain itu, Yoni enggan menanggapi apabila ada potensi keterlibatan oknum internal Bank BRI Cianjur dalam hilangnya uang sejumlah nasabah.

“Saya tidak tanggapi itu (keterlibatan internal), ini skimming,” tegasnya.(afs/rez)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button