Bisnis Today

S’Seger.id, Kreasi Minuman Boba Penghilang Dahaga dengan Harga Terjangkau

CIANJUTODAY.COM, Cugenang – Demam minuman boba memang sudah menjalar ke semua wilayah. Tak heran, jika keberadaan S’Seger.id kerap menjadi buruan para pecinta minuman kekinian tersebut.

Berlokasi di Jalan Simpang, Kampung Haregem, RT 02/RW 01, Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Cianjur, S’Seger.id menjadi salah satu tempat yang cukup digemari saat pandemi melanda.

Pasalnya, warga tidak perlu jauh lagi untuk bisa membeli minuman boba yang punya banyak pilihan topping ini.

Owner S’Seger.id, Riziq (18) dan Rifan (20) mengatakan, mereka berdua memulai usaha ini saat di tengah masa pandemi Covid-19, yaitu sejak Oktober 2020 lalu.

“Kami juga memberi nama S’Seger.id ini karena namanya simple dan lebih gampang diingat oleh pelanggan,” ujar Riziq kepada Cianjur Today, Sabtu (24/7/2021).

Meskipun berjualan di tengah masa pandemi, namun S’Seger.id mendapat sambutan yang positif dari masyarakat Cianjur khususnya dari warga Cugenang-Cianjur.

“Usaha kami terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kami juga menawarkan minuman boba dengan berbagai varian rasa, dengan best seller andalan kami Red Velvet Choco Milo dan Oreo Original,” paparnya.

Riziq mengatakan, harga yang ditawarkan dijamin terjangkau oleh semua kalangan, karena dibanderol mulai dari Rp5.000 sampai Rp8.000 per cup.

“Pelanggan kami didominasi dari warga sekitar, baik anak-anak maupun dewasa. Kami juga menerima delivery order dan buka dari jam 10.00 hingga 17.00 Wib,” ucapnya.

Riziq menambahkan, minuman yang ia jual ini sangat terjamin kualitasnya dan halal. Sehingga pelanggan tidak perlu ragu untuk menikmati segarnya aneka rasa dari S’Seger.id.

“Terlebih karena kami juga membuat racikan resep sendiri, jadi sangat terjamin kebersihannya,” jelasnya.

Selama PPKM ini, sambung Riziq, cukup berdampak pada penjualan produknya. Karena mobilitas masyarakat sedang serba dibatasi dan banyak orang lebih memilih tinggal di rumah saja.

“Sejak PPKM diberlakukan memang ada sedikit penurunan omzet. Dari awalnya Rp1,7 juta per bulan, kini hanya bisa terkumpul sekitar Rp1,2 jutaan per bulan,” tuturnya.

Ia pun berharap, agar PPKM dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

“Selain berharap usaha ini ke depannya semakin maju, tentunya semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan semua usaha masyarakat bisa bangkit lagi,” tandasnya.(*)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button