Today

Stok Oksigen di Cianjur Terpantau Aman, Ada Sekitar 3,5 Juta Liter

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Kebutuhan akan tabung oksigen bagi pasien Covid-19 terus semakin tinggi. Namun demikian, stok oksigen di Cianjur hingga saat ini masih terpantau aman.

Hal tersebut terungkap dari penuturan salah seorang karyawan agen tabung oksigen di Cianjur, Nurul Mardiyah.

Menurutnya, saat ini stok oksigen di Cianjur ada sekitar 3.520.000 liter dengan kebutuhan di angka 1.280.000 liter. Sehingga, Cianjur memiliki kelebihan sekitar 2.240.000 liter oksigen.

“Iya memang ada peningkatan kebutuhan oksigen semenjak naiknya pasien di rumah sakit. Namun saat ini stok oksigen di Cianjur masih aman,” ujarnya kepada Cianjur Today, Minggu (4/7/2021).

Sebelumnya, kebutuhan oksigen di Cianjur lebih banyak diperlukan untuk peternak ikan di Kabupaten Cianjur. Namun, untuk saat ini kebutuhannya dialihkan bagi pasien Covid-19.

“Sementara untuk peternak ikan kami batasi dahulu. Sekarang lebih diutamakan bagi yang sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengusaha Jaring Apung Jangari, Nicky mengatakan, saat ini memang kebutuhan oksigen untuk ikan tengah dibatasi dan hanya melayani beberapa tabung saja.

“Iya sekarang terbatas, jadi kita tidak bisa banyak juga dapetnya,” paparnya.

Dirinya pun tidak mempermasalahkan pengurangan jatah oksigen tersebut. Pasalnya, hal itu demi kemanusiaan yang saat ini tengah melanda Cianjur.

“Untuk kemanusiaan tidak ada masalah, yang jelas kita berharap pandemi ini cepat berlalu,” harapnya.

Terpisah, Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengungkapkan, pasokan oksigen di rumah sakit hingga saat ini masih tercukupi dan terjamin ketersediaannya.

“Alhamdulillah hingga saat ini tersedia. Karena rumah sakit hampir semuanya sudah bekerja sama dengan vendor oksigen langsung,” jelas dia.

Hal itu terlihat setiap jangka waktu dua minggu sekali oksigen tercukupi. Sementara peningkatan terjadi karena masyarakat yang melakukan isolasi mandiri rata-rata saturasi oksigennya di bawah 90 persen.

“Mungkin kebutuhan meningkat untuk isolasi mandiri, karena mereka yang isoman mengukur saturasi oksigen menggunakan oksi meter. Sehingga berinisiatif membeli oksigen,” ungkap dia.

Karakter masyarakat yang membutuhkan oksigen yakni ketika masyarakat mengalami penurunan saturasi oksigen di bawah 98-100 persen dibutuhkan oksigen.

“Namun jika masih di angka tersebut, masih terbilang aman,” ucap dia.

Yusman menambahkan, gejala kekurangan oksigen dapat terlihat dari batuk yang terus menerus serta setiap harinya bertambah berat dan saat menarik nafas panjang agak tersendat.

“Untuk mengenai jumlah pembelian oksigen, kami tidak menilai sampai ke sana. Karena sekarang lebih banyak masyarakat yang menjalani isolasi mandiri,” tandas dia.(afs/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button