Nasional

Surati Jokowi, PPI Dunia Minta Vaksinasi Bagi Pelajar Indonesia di Luar Negeri Diperhatikan

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta jatah vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Dalam surat tersebut, Koordinator PPI Dunia, Choirul Anam mengatakan, kesehatan mahasiswa di luar negeri perlu mendapat perhatian karena merupakan aset bangsa di masa depan.

“Kami juga mengharapkan dukungan Presiden agar seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri di seluruh dunia, agar bisa mendapatkan program vaksinasi dari pemerintah setempat, melalui komunikasi dan diplomasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan KBRI setempat,” tulis Choirul dikutip Cianjur Today, Senin (8/3/2021).

Choirul juga meminta agar mahasiswa luar negeri yang saat ini sedang berada di Indonesia juga mendapatkan vaksin di tanah air.

“Kami mengharapkan bantuan dan perhatian Bapak Presiden dalam pemberian vaksin kepada mahasiswa Indonesia luar negeri yang saat ini sedang berada di Indonesia agar membantu mempermudah mahasiswa untuk melanjutkan studinya ketika nanti harus kembali ke negeri asalnya,” tulis Choirul.

Choirul menyatakan, PPI Dunia siap membantu memfasilitasi pelajar Indonesia luar negeri yang saat ini berada di Indonesia.

Sebagai informasi, PPI Dunia adalah organisasi pelajar Indonesia terbesar di luar negeri yang tersebar di 60 negara di seluruh dunia dengan lebih dari 75 ribu anggota.

Saat ini, pemerintah Indonesia sudah menjalani vaksinasi Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat sesuai skala prioritas. Vaksin saat ini diberikan untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik. Vaksinasi untuk mahasiswa dan dosen rencananya akan berlangsung pada Maret hingga Juni 2021 mendatang.

Sebelumnya diberitakan, saat ini tengah disiapkan surat keputusan bersama (SKB) antar menteri terkait vaksinasi untuk mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, dan pegawai kementerian.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, Mas Menteri menyiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2011 dengan tetap mematuhi dengan ketat 5M,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani.

Bila sudah mendapat vaksinasi, ia berharap rektor dari universitas menyiapkan peraturan turunan PTM berdasarkan konsultasi dan persetujuan Gugus Tugas Covid di kapasitas masing-masing, salah satunya PTM dengan kapasitas 25-50 persen.

“Di antaranya penggunaan ruang kuliah, lab, sarana prasarana dengan kapasitas yang adaptif sesuai kondisi dan hasil koordinasi dengan Gugus Tugas di daerah masing-masing,” tandasnya.(sis/bbs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button