Today

Tabung Gas Elpiji Bocor Bakar Keluarga Seisi Rumah

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Keluarga Ahmad Effendi (42) hanya bisa terbaring lemas di rumah setelah mengalami luka bakar, akibat bocor tabung gas elpiji tiga kilogram, Minggu (01/09/2019) lalu di rumahnya di Kampung Ciwalen Pasar, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi.

Ia beserta istrinya, Kartika (39), dan anak bungsunya Abizar Al-Ghifari Ahmad (4) terbakar setelah tabung gas Elpiji atau Liquid Petroleum Gas (LPG) yang biasa digunakan keluarga untuk memasak mengalami kebocoran.

Gilang Prayoga, anak pertama dari Ahmad langsung pulang dari Jakarta setelah mengetahui musibah tersebut menimpa keluarganya. Ia pun menjelaskan tentang kronologis kejadian tersebut yang berawal dari Kartika pada saat memasak air.

“Mamah lagi masak air di dapur seperti biasa. Kemudian ditinggalkan sebentar untuk membeli sayur. Setelah ke dapur tercium bau gas. Lalu mamh pun buru-buru ke dapur. Pas diliat dari selang yang ada di belakang kompor itu muncul api. Mama panik sehingga memanggil bapak yang lagi mengasuh adik kecil,” bebernya kepada Cianjurtoday.com, Jumat (20/09/2019).

Gilang menceritakan, Ahmad mencoba untuk mencabut regulator gas tersebut. Namun, regulator tersebut sulit untuk dicabut karena memang saat dipasang pun harus memakai karet ban dan ditindih dengan batako.

“Dalam keadaan api di belakang kompor, bapak melepas batako itu, langsung muncul gas terus api membesar ke badan bapak karena susah harus melepas karet ban. Gasnya terguling terus selangnya lepas dari kompor sehingga api membakar seisi dapur bahkan sampai ke ruang tengah,” tambah Gilang.

Api Membesar Setelah Tabung Gas Elpiji Bocor

Kartika yang melihat api langsung berteriak, kemudian Abizar yang mendengar ibunya berteriak malah masuk ke dapur dengan keadaan api yang besar menghampiri bapaknya sehingga terkena luka bakar. Kartika pun menyelamatkan anak bungsunya itu sehingga mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya.

“Kemudian, bapak sama mamah keluar dulu. Istirahat dulu karena panas. Tapi, kemudian bapak masuk lagi ke dapur, masuk ke WC ambil air seraya berusaha memadamkan api. Alhamdulillah gak sampai meledak, bapak juga mengeluarkan barang-barang yang terbakar,” kata Gilang.

Beberapa saat kemudian para tetangga berdatangan. Ahmad juga beristirahat sebentar di luar rumah. Kemudian ada tetangga yang menyarankan untuk ke puskesmas terdekat. Akhirnya Ahmad, Kartika beserta anaknya Abizar dibawa ke puskesmas.

“Jadi kulit dengan pakaian bapak saya itu sampai nempel, melepuh. Saya yang tahu kabar tersebut langsung pulang ke Cianjur, karena keterbatasan biaya ya dirawat di rumah. Banyak yang menyarankan pakai ini itu. Ya, dicoba tapi malah jadi bengkang dan gatal,” tutur Gilang.

Kemudian, Gilang membawa kedua orang tuanya itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan pada 10 September 2019. Setelah diperiksa, Ahmad dan Kartika harus dioperasi pengangkatan infeksi. Namun, keluarga Gilang kebingungan dalam hal biaya operasi.

“Selama lima hari dirawat dan operasi di RS memakai uang sendiri. Dokter mengatakan bahwa luka bakar bapak paling parah jadi harus operasi cangkok kulit tapi kebingungan soal biaya. Saya juga tidak tega meninggalkan orang tua bekerja,” kata dia.

Ahmad dan Kartika pun dirawat di rumah hingga kini karena takut terbebani biaya. Kemudian, ada yang menyarankan Gilang untuk membuka donasi di kitabisa.com.

“Alhamdulillah, banyak yang respon baik. Banyak yang nyebarin. Sekarang alhamdulillah terkumpul Rp12 juta.” Pungkasnya.(ct1)

Reporter : Afsal Muhammad
Editor : Rizky Fadillah

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks