Today

Tahu-Tempe Mahal, Kedelai Langka, Diskoperdagin Cianjur Indikasikan Ada Penimbunan Barang

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskoperdagin) masih mencari tahu penyebab mahal dan langkanya tahu dan tempe. Bahkan, muncul indikasi penimbunan barang sehingga kedelai semakin langka.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Nana Rukmana menjelaskan, harga tempe dan tahu naik karena produksi kedelai impor berhenti.

“Memang harga kedelai naik karena kacang kedelainya impor dan sesuai regulasi pusat daerah tidak bisa intervensi soal hal itu,” ujarnya kepada Cianjur Today, Senin (4/1/2021).

Meskipun ada kedelai lokal yang lebih murah, lanjut Nana, tapi belum bisa memenuhi kebutuhan dan kualitasnya berbeda dengan kedelai impor.

“Salah satunya jalannya adalah menaikan harga kalau tahu ya diperkecil atau tempe ya diperkecil kan kurang bagus. Paling naik antara 10 sampai 20 persen,” ucap dia.

Nana mengaku sempat mendapatkan informasi bahwa kedelai tetap tersedia. Namun, ia juga sempat mendapat informasi bahwa kedelai sedang kosong.

“Kemarin ada, cuma harganya naik yang awalnya Rp7.500 sekarang Rp9.500 naik sekitar Rp2 ribu. Kalau harga pasar memang segitu dan berbeda kalau harga pabrik,” papar dia.

Menanggapi informasi ketersediaan kedelai yang tidak senada dari beberapa produsen. Ia berspekulasi adanya penimbunan barang. Namun, menurutnya, semuanya harus tetap harus dilakukan pemeriksaan secara khusus.

“Gak tahu mungkin ada penimbunan, kita harus memeriksa dulu. Memang belum jelas barang itu ada atau tidak, karena kemarin saya nanyain ada yang menyebutkan harga naik,” tandasnya.(afs/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks