Today

Tak Satu pun Warga Desa Neglasari dan Cikondang Terima BST Kemensos

CIANJURTODAY.COM, Bojongpicung – Dua desa di Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur tak kebagian Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos). Padahal ada ratusan warga yang diajukan, namun tak ada satu pun yang menerima bantuan Rp 600 ribu per bulan itu.

Kedua desa tersebut adalah Desa Neglasari dan Desa Cikondang. Selain itu, di Desa Sukarama dan Hegarmanah, BST Kemensos hanya diterima 1 orang. Hal itu tentu membuat heran berbagai pihak, utamanya warga yang belum mendapat bantuan apapun.

Kepala Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung, Enci Nurhayati, menjelaskan, pada dasarnya seluruh desa telah menginput data warga yang kurang beruntung minimalnya 150 sampai 450 orang. Hal itu sesuai petunjuk TKSK Bojongpicung dan dari Kasi Kesra Kecamatan Bojongpicung.

Namun nyatanya data dari Pemerintahan Pusat jauh dari yang diharapkan. Penerima BST Kemensos di Desa Neglasari dan Cikondang kosong. Sedangkan di Desa Sukarama 1 orang dan Desa Hegarmanah 1 orang.

“Kejadian tersebut membuat bingung para kepala desa, entah dimana yang menjadi letak kesalahannya,” paparnya kepada Cianjur Today, Jumat (15/5/2020).

Ia pun bertanya-tanya, apakah operator desa kurang fokus karena terlalu diburu-buru atau memang sistem ITE yang eror hingga hasilnya mengecewakan. Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya agar warganya dapat menerima BST pusat.

Tetap Diupayakan

Namun saat hendak dikonfirmasi, TKSK Bojongpicung sedang tidak ada di tempat. Meski begitu Kasi Kesra Kecamatan Bojongpicung, Bambang, memberikan penuturan kepada wartawan terkait bantuan Rp 600 ribu per bulan.

Ia membenarkan tidak seorang pun yang dapat BST di Desa Neglasari dan Cikondang. Sedangkan di Desa Sukarama dan Desa Hegarmanah masing-masing hanya 1 orang penerima.

Keempat desa tersebut sekarang sedang menjadi perbincangan berbagai pihak. Hal itu telah dilaporkannya pada pihak Dinas Sosial Kabupaten Cianjur.

“Mengenai letak kesalahan, rupanya sulit untuk menuduhkan karena sebelumnya semua operator desa telah diberi tahu cara menginput data dengan baik,” tuturnya.

Namun kemungkinan ada kesalahan saat menginput data atau eror jaringan hingga tidak masuk pada server. “Hal itu tetap diupayakan supaya data yang sudah diinput bisa keluar pada periode lainnya, hingga semuanya kebagian BST Pusat,” kata Bambang.(ct5/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami