Today

Tangkal Hoaks, Diskominfosantik Cianjur Imbau Masyarakat Teliti Membaca Informasi

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Cianjur terus berkampanye dalam menangkal hoaks atau berita bohong yang tengah marak di masyarakat.

Sebab, di tengah disrupsi teknologi dan perkembangan internet yang semakin cepat, informasi semakin masif tersebar ke masyarakat tanpa adanya filterisasi.

Kepala Diskominfosantik Cianjur, Teddy Artiawan menjelaskan, masyarakat bisa menangkal hoaks dengan beberapa tahapan. Salah satunya dengan membaca informasi secara detil saat mengakses informasi.

“Masyarakat ketika menerima berita jangan langsung dishare dan dipercaya, tapi baca dulu secara detil kemudian telaah, apakah ini berita bohong atau tidak,” ujar Teddy kepada Cianjur Today, Rabu (2/6/2021).

Teddy mengungkapkan, ketika berita hoaks tersebarluas kepada masyarakat, bisa dikenai sanksi sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Apalagi sekarang ada polisi virtual, jadi jangan sembarangan menyebarkan informasi,” jelas dia.

Maka dari itu, pihaknya mewanti-wanti agar masyarakat bisa teliti dalam menerima informasi. Saat ini Diskominfosantik Cianjur memang tidak memiliki program khusus, namun imbauan terus gencar dilakukan demi menangkal hoaks.

“Sementara ini hanya imbauan saja. Tapi secara nasional, tidak hanya Diskominfosantik Cianjur, namun mulai dari pusat dan provinsi juga memiliki daftar hoaks yang dirilis setiap sebulan sekali,” ungkap dia.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, lanjutnya, hoaks tidak dapat dihindari karena tidak ada filterisasi terhadap internet. Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk bisa menangkal hoaks dengan tidak membagikan informasi sembarangan.

“Hati-hati dalam menyebarkan informasi, baca dan telaah dulu, kalau meragukan jangan diinformasikan kepada yang lain,” ucap dia.

Teddy menjelaskan, hoaks biasanya menyasar pada informasi yang sedang aktual. Terlebih, kabar bohong biasanya dibuat sangat menarik agar masyarakat tertarik membaca.

“Tapi harusnya membaca itu untuk pribadi dulu jangan dulu gampang menyebarluaskan,” papar dia.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap masyarakat terus mengkampanyekan antihoaks dan jangan sekali-kali berani membagikan kabar bohong.

“Karena sudah ada UU ITE dan polisi virtual yang melacak semua informasi di medsos dan ada sanksi bagi penyebar hoaks tersebut,” tandas dia.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button