Tips, Trik, dan Tutorial

Tata Cara Sholat Jenazah, Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Tata cara sholat jenazah, lengkap dengan doa dan penjelasannya. Saat seseorang muslim meninggal maka suatu kewajiban bagi kita dan orang-orang terdekat mengurus mayit hingga ke liang lahat. Mulai dari memandikan, menyolatkan, hingga menguburkan semua itu termasuk fardu kifayah.

Dikutip Cianjur Today dari buku Fiqih Shalat Jenazah dari Ahmad Sarwat Lc.MA Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum sholat jenazah adalah fardhu kifayah. Hal ini berati jika satu orang telah melakukannya maka gugurlah kewajiban yang lainnya.

Sedangkan Al-Ashbagh berkata bahwa hukumnya sholat jenazah adalah sunnah kifayah. Hal itu berarti meski seorangpun yang melakukannya, maka tidak ada yang berdosa kecuali hanya
kehilangan kesunnahan.

Keutamaan Sholat Jenazah

Sholat jenazah termasuk ibadah, sehingga tentu saja memiliki banyak keutamaan dalam menjalankannya. Salah satu hadist berbunyi : “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth. Ada yang bertanya, Apa yang dimaksud dua qiroth? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lantas menjawab, Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rukun Sholat Jenazah

Rukun terkait pelaksanaan shalat jenazah, berbeda setiap mazhabnya. Namun dalam pandangan mazhab As-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa shalat jenazah terdiri dari 7 rukun.

Yaitu niat, 4 takbir dengan takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah. Setelah takbir yang pertama, shalawat kepada Rasulullah SAW, dilanjutkan doa untuk mayit setelah takbir ketiga, salam dan berdiri.

Tata Cara Sholat Jenazah

Adapun menyolatkan jenazah perempuan dan laki-laki tidak sama. Meski gerakannya sama namun niatnya berbeda. Lalu bagimana cara shalat jenazah? Berikut ulasannya!

Niat

Terkait niat, ada yang berpendapat tidak perlu dilakukan, dan ada juga yang berpendapat harus dilakukan karena sama seperti sholat wajib yang dimana sah atau tidaknya dilihat dari niatnya.

  • Niat Shalat Jenazah Perempuan:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

  • Niat Shalat Jenazah Laki-laki:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Berdiri bagi yang mampu

Saat melaksanakan shalat kita diharuskan berdiri jika mampu dan tak ada uzur.

Empat kali takbir

Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355).

Membaca Surat Al Fatihah

Dalam riwayat Al-Baihaqi, surat Al-Fatihah dibaca setelah takbir yang pertama tanpa didahului dengan doa iftitah. Namun pendapat yang mukatamad dalam mazhab Asy-Syafi’i mengatakan tidak mempermasalahkan apakah Al-Fatihah ini dibaca setelah takbir pertama, kedua, ketiga atau keempat.

Membaca Sholawat Nabi

Shalawat yang dibaca bisa merupakan shalawat Ibrahimiyah, shalawat yang biasa dibaca bagi Keluarga Rasullulah SAW atapun shalawat seperti yang dibaca saat tasyahud.

Berdoa untuk jenazah

Bismillahhir-rahmaanir-rahiim

ALLAHUMMAGHFIRLI HAYYINA WA MAYYITINA WA SHAHIDINA WA GHAIBINA WA DHAKARINA WA UNTHANA WA SAGHIRINA WA KABIRINA. ALLAHUMMA, MAN AHYAYTAHU MINNA FA AHYIHI ALAL ISLAM WA MAN TAWAFFAYTAHU MINNA FA TAWAFFAHU ALAL IMAN WA KHUSSA HADHAL MAYYITA BIRRAWHI WARRAHATI WAL MAGHFIRATI WARRIDWAN. ALLAHUMMA IN KANA MUHSINAN FAZID FI IHSANIHI WA IN KANA MUSIAN FATAJAWAZ ANHU WA LAQQIHIL AMNA WAL BUSHRA WAL KARAMATA WAZZULFA BIRAHMATIKA YA ARHAMARRAHIMIN.

Artinya :

Ya Allah ampunilah di antara kami orang yang masih hidup dan yang mati, yang hadir dan yang tidak, yang kecil dan besar, laki-laki dan perempuan. Ya Allah, siapa pun di antara kami yang masih Engkau anugerahkan kehidupan, hidupkanlah ia atas Islam, dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, wafatkankan ia atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau jauhkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya. (HR. Muslim dan empat imam), Kitab Bulughul Maram.

Salam

Dari Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi SAW melakukan salam kepada jenazah seperti salam dalam shalat. (HR. Al-Baihaqi).

Nah itu dia tata cara soalat jenazah, berikut doa dan penjelasannya. Semoga bermanfaat(ega/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button