Ramadan Today

Tata Cara, Waktu, Doa, dan Keutamaan Sholat Dhuha

Penulis: Ira Rahmah Mahfudhoh (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah)

Berikut ini penjelasan mengenai tata cara, waktu, doa, dan keutamaan sholat dhuha yang bisa kita amalkan sehari-hari.

Untuk diketahui, dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang diperkenalkan oleh banyak ulama sebagai kunci mengalirnya rezeki. Benarkah begitu?

Bukan tanpa alasan apalagi hanya mitos belaka. Sholat yang dilaksanakan ketika matahari mulai naik dari peraduannya, kurang lebih sebanyak 7 hasta atau sekitar pukul 7 sampai menjelang waktu dzuhur itu merupakan waktu produktif semestinya.

Waktu tersebut di mana para pencari nafkah bekerja dan para pencari ilmu belajar, sehingga dengan salat dhuha akan menambah semangat dan konsentrasi. Meski pada hakikatnya alasan untuk hal ini tetap merupakan rahasia Allah.

Hukum pelaksanaannya sendiri tergolong ke dalam sunnah muakkad. Artinya, meski tidak dosa ketika tidak melakukannya, namun kita akan mendapat banyak keutamaan karena salat dhuha ini termasuk yang sangat dianjurkan.

Namun, perlu diketahui bahwa suatu ibadah hanya akan menjadi sia-sia ketika dilaksanakan tanpa ilmunya. Nah inilah penjelasan dari Cianjur Today mengenai tata cara, waktu, doa, dan keutamaan sholat dhuha.

Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatadhdhuhaa a, rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala

“Niat saya salat sunnah dhuha, dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

Tata cara

Dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 rakaat dan sebanyak-banyaknya terdapat 3 (tiga) pendapat.

Menurut madzhab maliki, syafi’i, dan Hambali, maksimal rakaat dalam salat dhuha adalah 8 rakaat. Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, “

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam.” (HR. Abu Dawud).

Namun terdapat pendapat lain yang menyebutkan 12 rakaat, ada juga yang tidak membatasinya.
Sama seperti salat wajib pada umumnya, yang membedakan salat dhuha dengan salat fardhu adalah niat, waktu, dan jumlah rakaatnya.

Tata cara sholat dhuha 2 rakaat:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah (sunnah)
  • Dilanjut membaca surat Al-fatihah
  • Membaca surat ad-dhuha (dianjurkan)
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri untuk rakaat kedua
  • Membaca surat Al-fatihah
  • Membaca surat As-syams (dianjurkan)
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud ke dua
  • Duduk tahiyat
  • Membaca doa tahiyat dan salawat
  • Salam
  • Doa salat dhuha

Doa sholat dhuha

Allahumma innadhdhuhaa a, dhuhaa uka, walbahaa a bahaa uka, waljamaala jamaaluka, walquwwata quwwatuka, walqudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kaana rizqi fissamaa i, faanzilhu, wain kaana fil ardhi, faakhrijhu, wain kaana mu’siron, fayassirhu, wain kaana harooman fathohhirhu, wain kana ba’iidan, faqorribhu. Bihaqqi dhuhaa ika, wabahaa ika, wajamaalika, waquwwatika, waqudrotika, aatini maa ataita min ‘ibaadika shshoolihin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku ada di langit maka turunkanlah, apabila ada di bumi, maka keluarkanlah, jika sulit, mudahkanlah, jika haram, sucikanlah, jika jauh, dekatkanlah. dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu,, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh.”

Fadilah Melaksanakan Salat Dhuha

Dapat mencegah penyakit

Setiap gerakan dalam salat dipercaya dapat menjaga kesehatan, seperti gerakan sujud bermanfaat untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otak.

Sehingga, dapat menjaga kesehatan jantung, begitupun gerakan yang lain. Setiap gerakan dalam salat akan membuat tubuh kita semakin sehat.

Senilai dengan sedekah bagi seluruh tubuh

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim).

Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda:
Rasulullah saw bersabda, ”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi.

Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah. Setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah. Menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Sholat dhuha.” (HR. Muslim).

Kunci mengalirnya rezeki

Sebagaimana dalam hadis qudsi Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR Ahmad).

Disebut sebagai rahasia mengalirnya rezeki, bukan semata-mata kita hanya dianjurkan salat dhuha hingga beribu rakaat hingga melupakan ikhtiar. Salat dhuha dan doanya hanyalah pelumas sebagai bentuk permohonan kelancaran datangnya rezeki tersebut.

Salah besar jika kamu berfikir meninggalkan pekerjaan untuk dhuha seribu rakaat berharap rezeki memancar dari sajadah, atau turun dari kubah.

Itulah penjelasan mengenai tata cara, waktu, doa, dan keutamaan sholat dhuha yang bisa kita amalkan sehari-hari.(*)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button