Today

Tenggelam, Korban Perahu Terbalik di Waduk Cirata Belum Ditemukan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Tim SAR gabungan masih mencari keberadaan Rahmat (14), korban tenggelam dalam kejadian perahu terbalik di Waduk Cirata tepatnya Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Korban yang merupakan warga Kampung Pasir Kawung, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu tenggelam pada Sabtu (3/10/2021) siang.

Ketua Indonesia Escorting Ambulance (IEA) yang ikut dalam pencarian, Reno Muhammad Afrian mengatakan, petugas gabungan terus melakukan pencarian dengan menyusuri lokasi korban terjatuh. Termasuk penyisiran di lokasi perahu terbalik.

“Penyisiran di pinggiran tambak kolam ikan apung yang berada tidak jauh dari lokasi terjatuhnya korban tenggelam,” ujarnya kepada Cianjur Today, Minggu (3/10/2021).

Ia menambahkan, tim gabungan menemui kendala karena banyaknya keramba. Pencarian ini menggunakan empat perahu, APD personal, tujuh pelampung dan dua unit ambulans.

Pencarian pada Minggu (3/10/2021) berlangsung sampai pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali Senin (4/10/2021) pagi.

“Besok akan dilanjutkan kembali pencarian orang tenggelam tersebut, akan terus menyisir di sekitar lokasi jatuhnya korban,” bebernya.

Kronologis Perahu Terbalik dan Korban Tenggelam di Waduk Cirata

Kepala Satpolair Polres Cianjur, AKP Heri Zanuari Prihadi mengatakan, kejadian bermula ketika rombongan remaja sebanyak sembilan orang datang ke Waduk Cirata untuk bermain.

Saat itu salah seorang remaja bernama RT (18) memberitahu kepada pamannya bernama PW yang bekerja KJA LP bahwa mereka bermain ke kolam.

“Selanjutnya PW menunggu RT beserta rekannya di Dermaga Jangari. Setelah datang keponakannya beserta rekannya, selanjutnya PW membawa rombongan anak-anak remaja itu ke KJA LP menggunakan perahu komersial,” ujarnya, Sabtu (2/10/2021).

Setelah rombongan remaja itu tiba di KJA LP, mereka makan liwet bersama dan mancing di KJA. Namun, pada pukul 11.30 Wib, PW tertidur di saung kolam. Namun ketika tertidur, lima remaja yakni SD, SM, TM, RT, dan RM menaiki perahu tanpa izin PW.

“Setelah kelima anak itu naik ke sampan (perahu) dan berlayar kurang lebih 1 meter, sampan tersebut langsung oleng dan terbalik,” ungkapnya.

Sebanyak empat anak dapat menyelamatkan diri, sementara seorang anak tenggelam karena tidak bisa berenang.(ct9/rez)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks