Nasional

Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat, Ini Isinya

CIANJURTODAY.COM – ZA, terduga teroris pelaku penyerangan di Mabes Polri meninggalkan surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua dan keluarganya. Surat itu ditulis tangan pada selembar kertas yang cukup panjang.

Terlihat, isi surat wasiat ZA, terduga teroris yang melakukan penyerangan di Mabes Polri itu berisi permintaan maaf. Berikut isi lengkapnya:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah. Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga.

Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan jangan tinggalkan salat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.

Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat.

Pesan Zakiah untuk Mama dan keluarga, berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi Allah.

Pesan berikutnya agar Mama berhenti bekerja menjadi Dawis yang membantu kepentingan pemerintah thogut.

Pesan berikutnya untuk kaka agar rumah Cibubur jaga Dede dan mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak…

Untuk Mba Leli agar memperingatkan Mama, jaga Mama ya Mba. Untuk Bp, jangan tinggalkan ibadah solat 5 waktu, maafin ya Mba, pe kalau ada salah lisan dan lainnya. Jaga mama, ayah, dede baik-baik.

Mama, Ayah, semua lihat di samping itu adalah tingkatkan amalan. Insya Allah dengan karunia Allah amalan jihad Zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah tertinggi dalam islam.

Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Alquran-Assunah.

Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu, berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu dan tidak murtad tanpa sadar.

Sekali lagi maafkan Zakiah ma, ayah, kakak, Mba Leli, awi, Bpe, ka Effa, dede, Baim, Kevin, semuanya. Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya

Amiinn….

Zakiah Aini

Tanggapan Pengamat soal Isi Surat Wasiat Terduga Teroris

Menurut pengamat terorisme, Nasir Abbas, hal itu dilakukan dengan keyakinan bahwa sang pelaku yang mati duluan akan mampu menarik orang tuanya menuju surga, karena mati syahid.

“Dengan mati duluan, dia sedang menunggu keluarganya. Dia akan menarik keluarganya ke surga. Itu keyakinan mereka. Makanya, ada isi surat agar adiknya menjaga orang tuanya,” ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Ia mengatakan, begitu pentingnya pendidikan anak oleh orang tua di rumah.

“Dari pelaku yang ditangkap, ada faktor keluarga. Maka harus dimulai dari rumah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebutkan, sepakat pentingnya faktor keluarga.

“Kalau sudah tersirap mereka jadi nikmat, sesuai harapan mentornya. Penguatan keluarga itu penting untuk masa depan kita,” ujarnya.

Menurut Boy, memang ada kesamaan antara surat wasiat dari terduga penyerang ZA di Mabes Polri dan L di Gereja Katedral Makassar, yaitu permohonan maaf kepada kedua orang tua.

“Tapi walau mereka tidak bertemu tapi ideologinya sama, ideologi terorisme dan intoleransi. Mereka punya cita-cita mati syahid. Mereka terprovokasi propaganda anti demokrasi dan anti konstitusi di negara mereka,” kata Boy.(ct7/bbs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button