Today

Tinjau Bencana Pergeseran Tanah di Batulawang, Plt Bupati Cianjur Pastikan Relokasi Segera Dilakukan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman melakukan peninjauan bencana pergeseran tanah di Kedusuan 04 Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur pada Jumat (26/2/2021).

“Kejadian bencana alam di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur ini terjadi sejak 7 Februari, tapi yang paling parah adalah pada beberapa waktu kemarin,” ujar Herman Suherman kepada Cianjur Today, Jumat (26/2/2021).

Orang nomor satu di Cianjur itupun menuturkan, adapun rumah yang terdampak terancam kurang lebih 21 rumah dan pergerakan tanah di Sindanglangu Batulawang ini terjadi hampir setiap tahun saat musim hujan tiba.

“Saya punya pemikiran kelihatanya ini harus segera direlokasi satu RT bukan hanya 21 rumah saja. Karena nanti yang harus direlokasi ini kurang lebih yang terancam sekitar satu RT,” paparnya.

Herman menjelaskan, penggerakan tanah ini dari tahun ke tahun saat musim hujan tiba memang terus terjadi.

“Maka dari itu, ke depan mau tidak mau ini harus direlokasi,” imbuhnya.

Selain relokasi, lanjut Herman, langkah pertama dari Pemkab Cianjur yaitu mengidentifikasi korban dan yang kedua memenuhi kebutuhannya, mulai dari sandang dan pangannya.

“Ahamdulillah barusan bisa memberikan beras bersama Kapolres Cianjur, termasuk menyerahkan alat-alat familin kids yang sederhana,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Herman, ia akan koordinasi dengan PT MPM karena di sana ada tanah perkebunan yang cukup luas.

“Mudah-mudahan, warga satu RW ini bisa segera direlokasi ke tempat yang lebih aman,” imbuhnya.

RELOKASI: Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman memastikan relokasi terhadap warga Kampung Sindanglangu, Batulawang akan segera dilakukan. (Foto: Rendi Irawan/cianjurtoday.com)
RELOKASI: Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman memastikan relokasi terhadap warga Kampung Sindanglangu, Batulawang akan segera dilakukan. (Foto: Rendi Irawan/cianjurtoday.com)

Setelah direlokasi, sambungnya, ke depan tanah ini tidak boleh ada aliran air yang digunakan untuk sawah, agar pergeseran tanah tidak terjadi lagi dan mengancam keselamatan warga.

“Jadi nantinya tanah ini harus di hutankan atau ditanami kayu yang keras, sehingga pohon-pohon ini akan menopang tanah dan tidak terjadi pergerakan ini,” terangnya.

Selain itu, kata Herman, ada juga sekolah yang terancam amblas, maka dari itu harus dipindahkan. Karena menurutnya, tidak mungkin dipakai lagi sebab akses jalannya saja sudah hancur dan amblas hingga 10 meter.

“Sekolah ini sudah tidak bisa dipakai lagi dan pergerakan tanah ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya lebih parah. Kalau dulu hanya dua atau tiga meter, sekarang bahkan sampai 10 meter,” paparnya.

Pihaknya berharap, ke depannya tidak terjadi kembali bencana seperti ini lagi dan warga diminta tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana yang terjadi di Cianjur.

“Saat ini masyarakat harus diamankan. Karena ke depan, menurut informasi dari BMKG hujan akan terus turun. Sehingga saya imbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati di manapun kalian berada,” tandasnya.(ct6/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker