Today

TKLB Karang Taruna di Sindangbarang Dinilai Menabrak Aturan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Aliansi Pemuda Cianjur (APC) merasa prihatin dengan kondisi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Cianjur yang hingga kini masih nampak berkonflik. Pelaksanaan Temu Karya Luar Biasa (TLKLB) ulang yang digelar di Aula PGRI Sindangbarang hari ini, Sabtu (5/10/2019) pun dinilai ilegal.

Ketua APC, Galih Widyaswara, mengatakan Karang Taruna yang seharusnya menjadi kawah candradimuka pendewasaan berpikir para generasi muda. Namun malah dijadikan tempat pertempuran yg mempertontonkan syahwat untuk berkuasa yang kebablasan.

“Aturan normatif yang menjadi pedoman dan payung hukum organisasipun akhirnya diabaikan, rasa kebersamaan, persaudaraan dan silaturahmi tidak lagi diindahkan,” tuturnya kepada Cianjur Today, Jumat (4/10/2019).

Selain itu, Galih pun mengatakan, berbagai manuver dan kasak-kusuk sekelompok oknum pengurus yang kecewa menjadi tontonan yang benar-benar tidak mendidik dan mendewasakan masyarakat.

“Ditambah dengan pemanfaatan jaringan birokrasi untuk kepentingan oknum si pemilik syahwat berkuasa menambah runyam dan kotornya layar pertunjukan ini,” ujarnya.

Desak Pemangku Kebijakan

Dalam hal ini, Galih mendesak pihak pemangku kebijakan untuk bersikap normatif terhadap Karang Taruna Kabupaten Cianjur.

“Kondisi ini mendorong kami untuk mendesak pemangku kebijakan, dalam hal ini Plt Bupati Cianjur dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur untuk bersikap normatif dalam menyikapi dinamika yang menyelimuti Karang Taruna Kabupaten Cianjur ini,” katanya.

Ia ingin mengembalikan Karang Taruna kepada pedoman aturan main yang ada. Hindari bersikap atas dasar kedekatan, emosional politik, suka dan tidak suka.

“Jangan melanggeungkan konflik dan polemik. Proses dan tahapan pemilihan itu sudah selesai dan final, semua pihak harus menghormatinya,” kata dia.

Berdasarkan pernyataannya, Galih mengungkapkan bahwa TKLB yang digelar hari ini di Aula PGRI Sindangbarang tersebut menabrak aturan.

“Jadi agenda Temu Karya Luar Biasa (TKLB) yang akan digelar besok (hari ini) di aula PGRI Kecamatan Sindangbarang itu ilegal dan inskonstitusional. Singkatnya menabrak aturan,” tegasnya.

Ia mengatakan, sikapnya tersebut merupakan keprihatinan terhadap Karang Taruna Kabupaten Cianjur Sendiri

“Walaupun kami tegaskan di sini, bahwa kami tidak pernah menjadi pengurus di organisasi ini. Kami hanya ingin semua pihak taat aturan main, tidak lebih,” tuturnya.

“Kalau kemudian ada pihak-pihak yang tetap memaksakan diri untuk tetap melanggeungkan konflik, jangan salahkan masyarakat jika arus gelombang penolakan ini semakin besar.” pungkasnya.

Karang Taruna Kecamatan Menolak

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pacet, Unang Saefudin, mengatakan para ketua kecamatan menerima hasil TKLB sebelumnya. Selain itu menolak kegiatan yang dilakukan selain oleh ketua terpilih.

“Termasuk TKLB yang akan di laksanakan di Sindangbarang itu adalah bukan kegiatan Karang Taruna. Apalagi dengan cara-cara yang tidak etis serta ada pemaksaan kehadiran dengan menggunakan penekanan dari birokrasi,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Karang Taruna Kabupaten Cianjur di bawah pimpinan Cece Saepuloh hasil TKLB Sukanagara tengah mengadakan Rapat Kerja Pengurus Karang Taruna Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dihadiri oleh sekretaris dan jajaran pengurus Karang Taruna Provinsi Jawa Barat di Desa Palasari, Kec. Cipanas.

“Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur yang saya kenal dan saya akui ya yang duduk di samping saya ini” tuturnya sambil menunjuk Cece Sapuloh dihadapan para ketua Karang Taruna kecamatan.

Sekretaris Jendral Karangtaruna Provinsi Jawa Barat, H Rizal Tanzil Rakhman, mengimbau Karang Taruna Kabupaten Cianjur untuk fokus dan berpegang teguh pada program kerja yang sudah disepakati sebelumnya.

“Kami dari provinsi berpesan satu, untuk tetap menjaga Qittoh dan marwah Karang Taruna secara organisasi,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan dengan berpegang teguh pada program dari kepengurusan yang sah dan sudah disepakati, akan membuat Karangtaruna Cianjur semakin solid.

“Sehingga Karang Taruna tidak akan menjadi organisasi yang kerdil, tapi justru akan menjadi besar atas dinamisasi yang terjadi di Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Dirinya juga menegaskan agar Karang Taruna berfokus pada pemberdayaan anggota dan program kerja.

“Jadi fokus pada pemberdayaan, program kerja, dan terutama menjaga Organisasi Karangtaruna diatas kepentingan pribadi,” pungkasnya. Menurut nya kita harus menjaga Marwah dan Khitoh.(ct1)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button