Today

TPA Pasirsembung Siaga Kebakaran

CIANJURTODAY.COM, Cianjur –Tempat Pembuangan Akhir Pasirsembung (TPA) Pasirsembung di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur saat ini dalam kondisi siaga kebakaran. Kemarau panjang dapat menyebabkan zat metan pada sampah di sekitar TPA menjadi aktif dan mudah terbakar.

Kepala Seksi Pengurangan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Iden Aringga, mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala penanganan apabila suatu saat terjadi kebakaran. Sebab, saat kemarau rawan kebakaran.

“Jadi, zat metan saat kemarau itu menjadi aktif dan akan mudah terjadi kebakaran. Sekarang kita sedang mempersiapkan segala penanganannya untuk mengantisipasi kebakaran,” tuturnya saat diwawancara, Kamis (22/8/2019).

Jenis sampah yang ada di TPA Pasirsembung merupakan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Menurutnya, sampah organik dan non organik itu tidak bisa ditentukan karena bercampur dengan sampah lain.

“Sampah di TPA Pasirsembung itu masuknya sampah rumah tangga atau sampah yang memang dari rumah masyarakat. Kalau sampah sejenis rumah tangga itu sampah dari karyawan kantor atau karyawan pabrik seperti berupa bungkus makanan dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sudah Seratus Lebih Kebakaran

Sejak Januari 2019, kebakaran di Kabupaten Cianjur sudah mencapai 132 kejadian. Kebakaran paling tinggi terjadi pada bulan Juli – September yang bertepatan dengan musim kemarau.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar), Sulaeman Madna, mengatakan kebakaran yang terjadi di Cianjur kebanyakan disebabkan oleh alang-alang yang kering. Ada juga alang-alang yang dekat dengan pemukiman warga.

“Sampai saat ini sudah ada 132 sejak Januari. Setiap tahun, bulan Juli sampai September itu paling banyak. Hal itu kebanyakan disebabkan alang-alang yang kering, karena kemarau yang dekat dekat dengan pemukiman,” tuturnya kepada Cianjur Today.

Baca Juga:

Alang-alang tersebut, lanjut Sulaeman, bisa terbakar karena warga yang sembarangan membuang puntung rokok. Akibatnya memicu kebakaran yang bisa merambat ke pemukiman.

“Itu karena puntung rokok, jadi alang-alang terbakar merambat ke pemukiman warga. Akhirnya terjadilah kebakaran sampai ke pemukiman warga, bahkan bisa sampai ke peternakan warga,” ucapnya.(ct1)

Reporter: Afsal Muhammad
Editor : M Reza Fauzie

Foto: Kompas

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button