Nasional

Tuai Banyak Protes, Begini Penampakan Desain Istana Negara Karya Nyoman Nuarta

CIANJURTODAY.COM, Jakarta – Desain patung garuda pada rencana bangunan Istana Negara di ibu kota baru, menuai kontroversi. Sejumlah arsitek pun sempat memprotes hasil rancangan desain ini dengan beragam komentar.

Desain istana presiden Ibu Kota Negara baru yang berbentuk burung garuda tengah mengembangkan sayapnya ini memang viral dan sempat trending di media sosial.

Ternyata desain garuda untuk Istana Presiden baru ini dibuat oleh Nyoman Nuarta. Ia merupakan pematung Indonesia dan merupakan salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru. Salah satu maha karyanya adalaha Patung Garuda Wisnu Kencana yang berdiri gagah di Nusa Dua Bali.

“Terpilih desain Istana Negara, di IKN (Ibu Kota Negara) Kaltim, karya saya, melalui sayembara yang diadakan oleh PUPR,” tulis Nyoman dalam akun Instagram pribadinya nyoman_nuarta dikutip Cianjur Today, Minggu (4/4/2021).

“Terima kasih semua kita sedang mempersiapkan prarencana satu bulan, terima kasih doanya semoga lancar,” kata Nyoman menambahkan.

Tak ketinggalan Gubernur Jabar yang juga berprofesi sebagai arsitek, Ridwan Kamil turut mengunggah desain tersebut.

“Ini pradesain Istana Negara Indonesia, di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan yang ramai dibicarakan. Presiden @jokowi meminta masukan. Apa pendapatmu?,” tulis Ridwan Kamil dikutip Cianjur Today, Minggu (4/4/2021).

Unggahan tersebut sudah disukai 237 ribu kali dan mendapat komentar lebih dari 11 ribu kali.

“Netizen maunya semua patung Presiden Indonesia dipahat di belakang istana Presiden, biar kaya naruto,” celoteh ridwanbadrun17.

“Keren sih. Tapi kalo buat istana kayaknya berlebihan. Mending istana dibuat kaya yang di Jakarta saja. Kalau gituan baiknya dibuat semacam icon dan monumen,” ujar rixhi_ilham.

Sejumlah arsitek Indonesia, mulai dari Asosiasi Profesi Ikan Arsitek Indonesia, Green Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP), pun merilis pernyataan.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, I Ketut Rana Wiarcha menjelaskan, perlunya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, agar menciptakan rasa kepemilikan masyarakat terhadap keberadaan IKN baru. Prosedur tata cara dan urutan perencanaan pembangunan IKN direncanakan secara sistematis dan terpadu.

“Kami berharap ada media untuk dialog atau forum diskusi mengenai perencanaan dan perancangan IKN secara terbuka dan transparan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, multi disiplin terkait perwakilan pemangku kepentingan, termasuk pusat dan daerah,” jelasnya, dalam keterangan resmi, Selasa (30/3/2021).

Ketut juga mendorong Rancangan Undang-Undang IKN disahkan terlebih dahulu dengan menempatkan rencana induk pembangunan dan tata ruang IKN sebagai dasar pembangunan. dilaksanakan oleh Badan Otorita IKN dengan otonomi penuh.

Serta diisi oleh para profesional di bidang perencanaan kota, perancangan kawasan dan bangunan, serta pengelolaan properti dan lahan profesional lain yang umumnya terlibat dalam proses pembangunan kota baru.

Ketut menanggapi publikasi yang disampaikan pada akun Instagram Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa telah mengundang beragam reaksi dari anggota lintas asosiasi profesi. Menurutnya ada kegelisahan yang perlu disampaikan terkait rancangan istana negara.

Beberapa catatan dari asosiasi mengenai desain burung garuda menjadi istana negara. Mulai dari tidak mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital. Juga tidak masuk dalam prinsip pembangunan rendah karbon dan cerdas sejak perancangan.

“Rekomendasinya istana versi garuda disesuaikan menjadi monument atau tugu landmark posisi strategis tertentu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan dilepas dari fungsi bangunan negara,” jelasnya.

Selain itu dia mengusulkan bangunan istana agar disayembarakan dengan prinsip ketentuan desain yang disepakati.

“Sehingga pembangunan awal IKN tidak harus dimulai melalui pembangunan gedung tapi melalui Tugu Nol,” tandasnya.(sis/bbs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker