Today

UDD PMI Cianjur Kekurangan Stok Darah Golongan B, Donor Yuk!

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Selama Juni 2021, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Cianjur mengalami kekurangan stok golongan darah B. Sebab, pendonor kini lebih banyak dari golongan darah O dan A.

Perencanaan Program Anggaran UDD PMI Cianjur, Reni Sutiana SH mengatakan, kekurangan stok golongan darah setiap bulannya memang selalu berbeda. Namun selama Juni ini, golongan B stoknya sangat sedikit, jika dibandingkan golongan darah yang lain.

“Namun demikian, kami terus mengupayakan minimal kebutuhan darah masyarakat Kabupaten Cianjur bisa terpenuhi semuanya,” ujarnya kepada Cianjur Today, Selasa (22/6/2021).

Ia mengatakan, UDD PMI terus melaksanakan kegiatan donor darah, meskipun saat ini tengah ada imbauan untuk memperketat jaga jarak dan larangan berkerumun terkait kenaikan kasus Covid-19 yang semakin tinggi.

“Kalau misalkan kami tidak menjalankan mobil unit dan jemput bola mencari pendonor, bagaimana bisa memenuhi semua kebutuhan darah pasien di rumah sakit. Jadi kami selalu mengupayakan untuk melaksanakan donor darah, tentunya dengan prokes yang ketat,” ucapnya.

Bagi yang mau donor darah, lanjutnya, UDD PMI Cianjur mengimbau agar semua pendonor bisa datang langsung ke kantor UDD PMI Kabupaten Cianjur yang ada di jalan Muwardi, Bypass No. 134, Cianjur.

“Jadi saya harapkan bagi para pendonor bisa datang langsung ke UDD. Syaratnya adalah kondisi badan sehat secara umum, misalnya tidak sedang merasakan batuk, pilek, dan tidak enak badan. Kedua, tidak sedang mengonsumsi obat, baik paracetamol ataupun obat lainnya yang sifatnya menyembuhkan,” paparnya.

Sebab, lanjutnya, jika pendonor sedang mengonsumsi obat tersebut, dia harus menunda donor selama tiga hari. Sehingga, sebaiknya orang-orang sehat saja yang bisa mendonor, karena darah mereka akan diberikan kepada orang yang sakit.

“Khawatirnya nanti bisa menularkan sakitnya. Jadi, donor darah itu harus dari darah orang yang sehat dan cukup istirahat, minimal sudah tidur lima jam,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, karena saat ini sedang musim vaksinasi Covid-19, para calon pendonor harus menunggu atau ada waktu jeda untuk bisa donor.

“Vaksin pertama nunggu dua minggu dan untuk vaksin kedua pun harus menunggu dua minggu lagi. Baru ia bisa melakukan donor darah,” sambungnya.

Ia menuturkan, darah yang berhasil didonorkan pun tidak langsung bisa digunakan oleh pasien. Karena, harus melewati empat pemeriksaan penyakit berbahaya, seperti Hepatitis A, Hepatitis B, Sipilis, dan HIV/Aids.

“Empat penyakit ini wajib kami periksa, terutama HIV. Karena sekarang sedang sangat meningkat di Cianjur, terutama di kalangan anak muda,” terangnya.

Namun, sambungnya, dengan donor darah, semua penyakit itu bisa kita ketahui. Sebab, jika misalkan ingin sengaja cek ke laboratorium klinik, pemeriksaan satu penyakit saja bisa sampai Rp350 ribu sampai Rp400 ribu.

“Itulah kelebihan dari donor darah, kita akan tahu apakah kita mengidap penyakit tersebut atau tidak. Bahkan bagi yang sudah mengetahui manfaat donor, akan merasa sedih jika tidak bisa mendonorkan darahnya,” tuturnya.

Menyambut peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni lalu, UDD PMI Cianjur pun memiliki rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2021 mendatang. Lokasinya langsung di Pendopo Cianjur dan akan turut melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.

“Nanti akan ada acara apresiasi penyerahan piagam 100 kali, 75 kali, 50 kali, dan 25 kali donor oleh Bupati Cianjur. Kami juga menggelar donor darah dan mengundang 32 OPD dengan 10 perwakilan masing-masing anggotanya,” jelasnya.

Reni pun mengajak semua pihak untuk mendonorkan darahnya demi kepentingan kemanusiaan dan menolong orang lain yang membutuhkan.

“Jadi jangan takut donor darah, jangan takut jarum. Karena di luar sana, ada ribuan manusia yang membutuhkan uluran bantuan darah kita. Mari niatkan ibadah dalam kemanusiaan,” tandasnya.(ct9/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button