Today

Vaksinasi Baru 24 Persen, Pemkab Cianjur Terus Kejar Target Masuk PPKM Level 1, Bisa?

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus mengejar target vaksinasi bagi masyarakat, sebagai salah satu persyaratan agar Cianjur masuk PPKM Level 1.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Cianjur masih berada di PPKM Level 2, karena sejumlah indikator membaik. Mulai dari BOR yang turun drastis, tidak adanya kasus kematian, serta kasus kesembuhan dan konfirmasi positif yang terus menurun.

Wakil Bupati Cianjur, TB Mulyana Sjahrudin mengatakan, Kabupaten Cianjur diberi waktu selama dua minggu untuk mengejar target 70 persen vaksinasi dari yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Waktu vaksinasi tinggal satu minggu lagi sesuai ketetapan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Dari 18.000 per hari itu, saya hitung per lima hari Rapat Koordinasi (Rakor), vaksinasi baru tercapai 24 persen persen,” ujarnya kepada Cianjur Today, Selasa (21/9/2021).

TB Mulyana menilai, Pemkab Cianjur sudah berupaya dengan maksimal agar Kabupaten Cianjur masuk PPKM Level 1.

“Apa daya kalau tangan tak sampai, karena vaksin itu dari pusat ke provinsi ke kabupaten. Karena kita tidak bisa buat vaksin sendiri untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi,” ungkap dia.

Selain itu, ia menjelaskan, target vaksinasi yang lambat, karena permasalahan stok vaksin yang belum maksimal diberikan kepada Pemkab Cianjur.

“Sudah dirancang sedemikian rupa, tetapi semua itu tergantung vaksin yang dikirim ke Cianjur,” bebernya.

Maka dari itu, lanjutnya, semua pihak tidak boleh saling menyalahkan terkait permasalahan yang ditimbulkan Covid-19.

“Untuk Covid itu, jangan saling menyalahkan satu sama lain. Karena semua pihak untuk tingkatan Covid itu baru dan masih belajar,” tuturnya.

Orang nomor dua di Cianjur ini menyampaikan, pihaknya masih terus belajar dalam mengahadapi Covid-19. Sehingga bisa menciptakan strategi terbaik dalam penanganan virus corona.

“Covid-19 kan baru ada dua tahun terakhir, tak ada yang sudah berpengalaman. Pusat masih belajar, provinsi masih belajar, dan kabupaten pun masih belajar,” tutupnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button