Today

Viral! Cerita Warga Cidaun Tandu Orang Sakit dan Hamil Lewati Jalan Rusak

CIANJURTODAY.COM, Cidaun – Sempat viral di media sosial, sejumlah warga Desa Puncak Baru, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur tengah berjuang menandu orang sakit dan ibu hamil untuk dibawa ke puskesmas.

Hal tersebut terjadi, karena akses jalan menuju jalan raya sangat jauh dan berjarak lima kilometer. Ditambah, jalan tersebut penuh bebatuan dan sangat kecil, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan motor saja.

Menurut warga sekitar, Asep (37) mengatakan, sudah puluhan tahun, akses jalan dari Kampung Cikupa Puncak Baru menuju jalan raya tersebut rusak dan rawan kecelakaan.

“Maka dari itu, ketika membawa warga yang sakit dan yang akan melahirkan ke Puskesmas atau rumah sakit, harus ditandu sampai ke jalan yang bisa masuk mobil. Jaraknya sekitar lima kilometer,” ujarnya kepada Cianjur Today, Selasa (30/11/2021).

Menurut Asep, warga yang sakit dan ibu hamil harus dibantu mengunakan mobil. Namun karena tidak memungkinkan, terpaksa warga bergotong royong menandunya.

“Melihat jalan seperti ini, orang sakit lebih aman ditandu. Apalagi yang mau lahiran, engga mungkin kan pakai motor atau ojek,” ucapnya.

Pernah Ada Kejadian Warga Meninggal dan Melahirkan di Jalanan

Ia mengaku, karena membawa pasien sakit dan ibu hamil ditandu dan jalanya jauh, pernah ada kejadian sampai meninggal dan melahirkan di jalanan.

“Pernah kang, waktu itu yang lahiran di jalan dan pernah juga terjadi pasien yang meninggal pun pernah. Karena jarak menuju jalan raya atau ke pusat perkotaan cukup jauh,” ungkapnya.

Selain itu, ia menuturkan, akses jalan dari desa dan kecamatan sudah pernah diaspal pada 2009 silam, dan itupun hanya sebagai saja. Bahkan, hingga sekarang belum ada lagi perbaikan.

“Pernah ada pengerasan rabat beton, namun hanya di jalan lintas kabupaten saja dan tidak melakukan pelebaran ke lintasan jalan antar desa,” tuturnya.

Maka dari itu, Asep menuturkan, harapan dari semua masyarakat, semoga ada sarana transportasi yang lebih baik. Seperti jalan yang diperlebar dan bisa diakses mobil, termasuk adanya sarana kesehatan yang lengkap.

“Ada sih Puskesmas, tapi hanya membantu seadanya saja. Karena fasilitas kesehatan dan tenaga medis terbatas. Sehingga pasien harus tetap dirujuk ke rumah sakit dan kebanyakan dibawa RS Al-Ikhsan Bandung,” tutupnya.(ren/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button