Nasional

Viral! Oknum Anggota DPRD Makassar Tutup Akses Rumah Tahfidz Quran

CIANJURTODAY.COM, Makassar – Polisi akan segera memanggil oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep, H Amiruddin terkait aksinya karena menutup akses masuk ke rumah Tahfidz Al-Quran hingga viral di media sosial.

Rumah Tahfidz tersebut diketahui berada di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Kapolsek Panakukkang, AKP Andi Ali Surya, pihaknya juga turut memanggil pengelola rumah Tahfidz Al-Quran selaku pihak pelapor dalam kasus tersebut.

“Baru mau dipanggil, baik pihak terlapor maupun pihak pelapor dan pelapor untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya, Jumat (23/7/2021).

Pelaporan ini juga dilakukan karena
rumah tersebut diketahui dihibahkan seseorang untuk dipergunakan sebagai lokasi tempat belajar dan menghafal Al-Quran bagi anak kurang mampu.

Camat Panakukkang, Thahir Rasyid mengatakan, rumah yang sehari-harinya dipergunakan untuk Tahfidz Al-Quran bagi anak kurang mampu itu, tiba-tiba ditutup pintunya oleh oknum anggota DPRD Makassar tersebut dengan pagar tembok batu.

Namun, area yang dipagari tembok tersebut kata Thahir adalah fasilitas umum (fasum).

Maka, Pemerintah Kecamatan Panakukang mengirimkan somasi kepada oknum anggota DPRD Makassar itu agar segera merobohkan pagar yang telah dibangunnya.

“Kita akan surati pagar itu dirobohkan agar anak-anak bisa menghapal Al-Quran lagi. Kalau surat kami tidak ditindaklanjuti, maka kami akan tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Terganggu Suara Mengaji

Adapun alasan Amiruddin menembok jalan akses rumah penghafal Al-Quran (Tahfidz) karena, Amiruddin kerap terganggu suara mengaji anak-anak penghafal Al-Quran yang dinilainya ribut.

Ketua Rukun Warga (RW) 5, Abd Azis menjelaskan, alasan oknum anggota adalah karena anak-anak yang belajar mengaji selalu membuat keributan dan mengganggu kenyamanan oknum dewan tersebut.

“Pak Amiruddin, anggota DPRD Pangkep. Dia tiap hari Sabtu-Minggu datang (ke rumahnya),” kata Ketua RW V Kelurahan Masale, Makassar, Abdul Aziz, saat ditemui di lokasi, Jumat (23/7/2021).

Setiap pulang ke rumahnya, Amiruddin kerap terganggu dengan keributan anak-anak yang mengaji.

“Saya dengar Tahfidz dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan dan bajunya di situ dijemur. Itu yang dia tidak suka dianggap kotor,” kata Abdul Aziz.

Tidak hanya pintu belakang rumah Tahfidz yang ditembok, ada juga pintu rumah warga lainnya yang tertutup akibat penembokan itu.

“Jadi ada dua rumah yang tertutup setelah ditembok ini. Yang menutup ini atas nama Amiruddin yang punya rumah,” sebut dia.

Meski begitu, sebelum melakukan penembokan, Amiruddin mengirim keluarganya untuk memberitahukan rencananya soal penembokan itu.

Namun, permintaan ini langsung ditolak karena harus mendapatkan persetujuan pemilik rumah Tahfidz dan rumah yang lainnya.

“Nah, yang pemilik Tahfidz Pak Faisal dan rumah warga yang satunya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakkukang. Sudah ada suratnya di rumah untuk menyampaikan ini (penembok rumah) supaya datang,” pungkasnya.(ega/sis)

Sumber: Deticom dan CNN Indonesia

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button