Gaya Hidup

Viral “Toko Jaya Abadi” yang Tidak Jual Apa-apa, Begini Ceritanya

CIANJURTODAY.COM – Pengguna media sosial akhir-akhir ini dihebohkan dengan foto Toko Jaya Abadi yang tidak menjual apa-apa. Foto ini viral karena mengundang emosi dan gelak tawa para netizen.

Akun Instagram @anam_chenel, merupakan yang pertama kali mengunggahnya yaitu pada Sabtu (9/11/2019) lalu. Dalam unggahan tersebut, terlihat sebuah foto toko kosong dengan dua orang didalamnya. Hal yang paling menarik perhatian dari foto tersebut adalah spanduknya.

Spanduk tersebut berisikan keterangan bahwa “Toko Jaya Abadi buka dari hari Senin sampai Minggu, namun maaf toko ini tidak menjual apa-apa”.

Keterangan “tidak menjual apa-apa” tersebut yang membuat para netizen tertawa. Seperti komentar dari @ibenk31 “maaf numpang ngakak ya” tulisnya di kolom komentar Instagram.

Adapula dari @Semnatha107_” Apa yang merasuki anda? ” tulisnya.

Setelah ditelusuri, ternyata foto ini dibuat oleh Khoirul Anam (26), pria asal Baturan, Kelurahan Ngawonggo, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang Jawa Tengah.

Anam memang telah dikenal sebagai seniman foto-foto nyeleneh. Karyanya selalu sukses viral di dunia maya, sebut saja foto nyeleneh tentang “Jual ketombe Kiloan” dan yang lainnya.

Saat ditanya mengenai alasannya membuat foto-foto nyeleneh tersebut, Anam memberikan alasan yang cukup menarik.

“Iya saya buat foto-foto itu hanya untuk hiburan, dan biar bisa ketemu Sule” ucapnya saat diwawancara cianjurtoday.com Rabu, (13/11/19).

Ya, cita-cita Anam selama ini adalah bertemu sang idolanya seorang pelawak kondang Sule. Dia mengaku telah melakukan ini selama tiga tahun, dan berharap dikemudian hari dirinya bisa bertemu dan berfoto dengan Sule.

Lalu, milik siapa bangunan Toko Jaya Abadi? Apakah milik Anam? Ia pun menjawab simpel. “Bukan, punya tetangga,” tambahnya. (ct2)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Harap Ijinkan Iklan di Situs Kami

Sepertinya Anda menggunakan pemblokiran iklan. Kami mengandalkan iklan untuk membantu mendanai situs kami