Jabar

Viral Video ‘Tendangan’ Oknum Pekerja Asing di Pabrik, Pelaku Langsung Dipecat, Ini yang Terjadi

CIANJURTODAY.COM, Subang – Viral di media sosial video kekerasan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) atau pekerja asing tendang makanan hingga mengenai karyawan pabrik, baru-baru ini. Kabar terbaru, TKA asal Korea itu telah dipecat alias di-PHK.

Video Tenaga Kerja Asing (TKA) tendang makanan hingga mengenai karyawan itu terjadi di salah satu pabrik sepatu di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Manajemen pabrik memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan atas kejadian tersebut.

“Dengan ini kami menganggap penting untuk memberikan klarifikasi kejadian tersebut agar mendapatkan pemahaman dan informasi yang berimbang,” kata perwakilan pabrik, Epi Slamet, kepada wartawan.

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Kasus Kekerasan (TPKK), insiden tersebut terjadi saat patroli protokol kesehatan dan penegakan disiplin peraturan perusahaan, termasuk mengenai larangan makan di tempat kerja. Patroli itu dilakukan pada Kamis 4 Maret 2021.

Saat itu, didapati ada karyawan yang sedang membawa makanan di tempat kerja. TKA pun langsung menegur karyawan yang bersangkutan. Namun terjadi kesalahpahaman dan tanggapan dari karyawan yang tidak sesuai dengan harapan.

Akhirnya, TKA tersebut emosional dan bertindak di luar kontrol dengan menendang makanan dan secara tidak disengaja mengenai tubuh karyawan.

“Dalam video itu seperti menendang karyawan, padahal menendang makanan tapi tidak sengaja mengenai karyawan,” tambahnya

Ia menambahkan, perusahaan telah berkomitmen dan memiliki kebijakan zero tolerance terhadap tindakan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. Alhasil, TKA tersebut diberhentikan dari pekerjaannya.

“Kita ambil tindakan tegas terhadap TKA itu,” tambahnya

Jumat 5 Maret 2021, manajemen telah menerbitkan Surat Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada pelaku. Pada hari yang sama, pelaku telah meninggalkan fasilitas pabrik.

“Secara pribadi TKA yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya. Korban juga merespons baik keputusan perusahaan yang memberhentikan pelaku,” tambahnya.(rez/bbs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button