Today

54 Desa di Cianjur yang Tidak Punya Akses Internet, Begini Langkah Diskominfo

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Ada sekitar 54 desa di Kabupaten Cianjur yang merupakan area blank spot atau tidak memiliki akses internet. Desa-desa itu terdapat di beberapa kecamatan seperti wilayah Cianjur selatan hingga Cianjur utara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Cianjur, Teddy Artiawan. Menurutnya, jumlah desa tanpa akses internet tersebut diperoleh dari laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur.

“Apalagi di Cianjur selatan yang memang kendala terletak pada jarak geografis dan kontur bukit yang tidak stabil. Ini memang menjadi kendala di Cianjur dan berkaitan erat dengan belajar daring atau online, sehingga menjadi tantangan bagi kami untuk segera bisa teratasi,” tuturnya kepada Cianjur Today, Selasa (15/12/2020).

Dalam memperjuangkan hal ini, pihaknya telah berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), R Niken Widiastuti

“Kami juga berkunjung ke Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Provinsi Jawa Barat. Bahkan, Indosat sudah mau membangun kerja sama di Kecamatan Cikadu,” jelasnya.

Secara bertahap, lanjut Teddy, Kominfo Jawa Barat akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) untuk membangun sutet atau BTS.

“Nanti akan dibangunkan oleh BAKTI, kemudian nanti indeksnya bisa diakses oleh beberapa penyedia jasa internet ke sana kaitan dengan internet tersebut,” ujarnya.

Saat ini, baru Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun, dan Cikadu yang sudah bisa mengakses internet. Mengingat, ada persyaratan berupa Bumdesma yang difasilitasi oleh DPMD Cianjur.

“Tapi kami sudah meminta pada Gubernur Jawa Barat melalui surat pak Bupati, akan ada penggunaan internet dengan satelit ataupun melalui perangkat yang disubsidi oleh pemerintah pusat, hanya saja terbatas. Saya dengar informasi untuk Jabar itu 400 titik subsidi, jadi dibedakan ada subsidi dan BTS sendiri dengan dana swadaya,” paparnya.

Teddy berharap pembangunan sutet atau BTS di Cikadu bisa dilakukan sesegera mungkin. Ia memprediksi pada 2021 mendatang, BTS itu sudah bisa dibangun.

“Saya berharap kepada tingkat provinsi dan pusat bisa sesegera mungkin, mengingat kondisi saat ini informasi daring sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia pun berharap, 54 desa di Cianjur yang tidak memiliki akses internet bisa mulai terkoneksi dengan jaringan. Saat ini, pihaknya baru fokus dengan jaringan internet di desa.

“Mudah-mudahan bisa direspon oleh pak gubernur, 54 titik blank spot di desa bisa segera disambungkan. Sehingga nanti kaitan dengan laporan dan pertangungjawaban di kantor desa itu bisa lebih mudah,” tandasnya.(afs/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks