Today

Waduh! Ribuan Warga Cianjur Kena TBC, Ada yang Sampai Meninggal

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Kasus warga ysng terkena penyakit Tuberculosis (TBC) di Cianjur mencapai 1.690 orang dari Januari sampai September 2020. Hal tersebut di akibatkan banyak orang yang tidak hidup bersih dilingkunganya.

Menurut pengelola program TB Dinas Kesehatan (Dinkes) Dikdik, mengatakan, sumber data dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) online yang diinput tiap Puskesmas dan Rumah sakit saat ini ada sebanyak 1.690 kasus TBC di kabupaten Cianjur tahun ini.

“Untuk total pasien yang diobati oleh tim puskesmas dan rumah sakit dari Januari sampai Sepetember 2020 sebantak

“Untuk total pasien yang diobati oleh tim puskesmas dan rumah sakit dari Januari sampai Sepetember 2020 sebanyak 1.690 kasus. Dan itu laporan dari 45 PKM, 3 RS dan BKPM Cianjur,” kata Didik saat di konfirmasi Cianjur Today, Selasa (13/10/2020).

Pihaknya mengungkapkan, pasien TBC jarang yang dirawat, jadi mereka hanya berobat jalan. Ketika ada pasien dan dirawat, biasanya itu yang kondisi fisiknya buruk. Tapi, jumlahnya sedikit, dan secara sistem pelaporan tidak disebutkan apakah pasien pernah dirawat atau tidak.

“Pasien yang terkena Tuberculosis biasanya pasien berobat di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai domisili atau alamat rumah pasien,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ada pasien TB yang meninggal. Akan tetapi jumlahnya sangat kecil dibandingkan jumlah yang sembuh dan pengobatan pun selesai sampai tuntas.

“Nah, yang terkena TB tersebut tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Cianjur. Jadi tiap kecamatan itu pasti ada memang tidak semua merata yang terlenanya. Akan tetapi semua kecamatan ada untuk kasus TB,” jelasnya.

Menurutnya, penyakit Tuberkulosis atau TBC sangatlah menular. Penularannya tersebut pertama, kuman TBC keluar ke udara pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara.

Lalu, lanjut dia, kuman TBC terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru. Dan, akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.(ct6/afs)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button