Today

Waduh! Selama Belajar Daring, Tiga Sekolah di Cianjur jadi Sasaran Pencurian

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Beberapa sekolah di Kabupaten Cianjur mengalami pencurian selama pembelajaran daring berlangsung. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cupi Kanigara. Ia menjelaskan, selama pembelajaran daring pihaknya menerima laporan, ada tiga sekolah yang terkena musibah pencurian.

“Kaitan dengan sekarang banyaknya sekolah yang menjadi incaran pencurian, Dinas sudah mengeluarkan instruksi terkait dengan pengamanan TIK, baik yang tahun sebelumnya maupun sekarang,” tuturnya kepada Cianjur Today, Rabu (13/1/2021).

Cupi menilai, hal ini menjadi tanggung jawab para kepala sekolah yang harus siap mengamankan barang di sekolah. Sebab, peralatan sekolah merupakan hal vital dalam rangka menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

“Kalau misalkan sekolah tersebut peralatannya sampai dicuri, nanti akan kesulitan sekolah mengikuti daring. Bantuan sekolah itu diluncurkan pemeirntah untuk menyukseskan kegiatan AKM, atau asesmen nasional. Jadi asesmen nasional itu di dalamnya salah satunya AKM. Nah itu full daring 100 persen tidak bisa luring,” jelasnya.

Cupi menjelaskan, laporan pencurian dari tiga sekolah tersebut, di antaranya sekolah yang berada di Kecamatan Warungkondang, Gekbrong, dan Bojongpicung.

“Dari setiap satu sekolah kerugian bisa mencapai Rp50 juta sampai Rp100 juta, karena itu bantuan nilainya lumayan besar juga. Memang yang paling tahu itu polisi, karena sekolah yang mendapat musibah itu sudah melaporkan ke Polsek setempat. Ini kan salah satu peristiwa yang mengenaskan,” ungkapnya.

Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan terutama sekolah yang mendapatkan bantuan. Baik bantuan tahun ini dan tahun sebelumnya supaya lebih waspada dalam mengamankan barang milik negara.

“Karena barang-barang tersebut dibeli dari APBN dan APBD, jadi statusnya barang milik negara. Mudah-mudahan ke depan para kepala sekolah lebih peduli akan keamanan peralatan yang diberikan pemerintah,” pungkasnya.(afs/sis)

Berita Lainnya

Berikan Komentar Kalian

Back to top button

Dukung kami dengan Matikan Adblock

Please consider supporting us by disabling your ad blocker