Tips, Trik, dan Tutorial

Waspada! Ada 20 Titik Rawan Longsor di Jalur Cianjur Selatan

CIANJURTODAY.COM, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat, ada sekitar 20 titik yang rawan longsor di sepanjang jalur utama Cianjur selatan.

Sebelumnya, Kabupaten Cianjur pun menetapkan status siaga satu bencana. Hal ini sesuai dengan regulasi kebencanaan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal ini dilakukan, karena belakangan sejumlah bencana terus terjadi, akibat cuaca buruk yang disebabkan oleh badai tropis La Nina.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat mengatakan, beberapa titik longsor di sepanjangan jalur Cianjur selatan sudah ditangani dan sudah dikoordinasikan dengan PUPR Kabupaten Cianjur.

“Jumlahnya ada sekitar hampir 20 titik yang rawan longsor semua, tambah ke Kadupandak dan Takokak,” ujarnya kepada Cianjur Today, Kamis (18/11/2021).

Asep mengungkapkan, sepanjangan jalur utama Cianjur selatan yang rawan longsor mulai dari Cibeber sampai Sindangbarang ada 14 titik.

“Cibeber ke Campaka ada, dari Campaka ke Sukanagara ada. Pagelaran, Tanggeung, sampai Cibinong juga ada. Pokoknya sampai Naringgul,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk pemasangan rambu-rambu tanda bahaya rawan longsor sudah terpasang sebagian, seperti di Naringgul dan jalur utama lainnya yang rawan longsor.

“Rambu-rambu sangat perlu. Antisipasinya untuk masyarakat atau pengguna jalan harus waspada ketika musim hujan melewati jalur itu. Melintasi daerah rawan longsor harus hati-hati, terus kalau hujan jangan berteduh di bawah pohon, takut kena tumbang pohon,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Kabupaten Cianjur pun sudah mencatat kejadian kebencanaan sejak Januari hingga November terhitung sudah ada 149 telah terjadi.

Masing-masing bencana di antaranya banjir sebanyak 26 kejadian, tanah longsor 102, puting beliung 18, abrasi 1, dan pergerakan tanah 1 kejadian.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur, Taufik Zuhrizal mengatakan, risiko bencana Cianjur saat ini berada di indeks risiko bencana nasional rangking 4 dan untuk provinsi rangking 1.

Selain itu, sebutnya, di 32 kecamatan, 354 desa dan 6 kelurahan semua memiliki potensi kebencanaan, walaupun tiap kecamatan itu berbeda-beda potensi kebencanaannya.

“Kita tahu, dari mulai utara sampai ke selatan Cianjur itu memiliki risiko bencana. Ada sekitar 10 potensi kebencanaan yang ada di Kabupaten Cianjur,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Ia menilai, wilayah Cianjur memiliki potensi bencana gunung berapi, gempa bumi, pergerakan tanah, longsor, dan banjir bandang

“Contohnya, di Karangtengah dan Haurwangi itu sudah padat penduduk, masyarakatnya tidak begitu ramah dengan lingkungan. Sehingga beberapa kejadian mengakibatkan banjir,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah Cianjur selatan juga memiliki potensi bencana seperti banjir, pergerakan tanah, longsor, angin puting beliung hingga Tsunami.

“Dari mulai Cibeber hingga ke selatan, potensi banjir, pergerakan tanah, longsor, puting beliung, bahkan potensi tsunami di Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta itu semua ada,” bebernya.

Taufik menjelaskan, bencana tidak bisa dicegah oleh Pemkab Cianjur saja, namun harus dengan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat Cianjur.

“Antisipasi dengan kesadaran masyarakat selalu waspada dan siaga. Misalnya, jika intensitas hujan tinggi melebihi satu jam, masyarakat harus segera mengevakuasi diri mandiri yang berada di daerah rawan ke tempat aman,” tutupnya.(afs/sis)

Berikan Komentar Kalian

Back to top button