Gaya Hidup

Waspada! Penipuan Melalui Malware Android, Kini Disebar Lewat WhatsApp

CIANJURTODAY.COM – Pengguna akun Twitter @ReBensk melaporkan sebuah perangkat lunak berbahaya bernama malware. Diperkirakan malware Android ini disebarkan untuk menghasilkan pendapatan iklan digital dengan cara menipu.

Malware (Malicious Software) adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Malware dapat menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi.

Malware juga bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer dan memungkinkan juga terjadi pencurian data atau informasi.

Malware Android ini bisa disebar lewat Whatsapp yang menyamar jadi aplikasi palsu. Peneliti keamanan siber menyebut, kini Malware Worm Android bisa disebarkan lewat Whatsapp.

Lewat tautan yang disebarkan melalui Whatsapp, malware ini menipu calon korban agar mengunduh aplikasi dari situs web yang dibuat mirip dengan Google Play.

Pengguna akan diminta untuk mengunduh aplikasi yang dinamakan Huawei Mobile palsu yang dibuat oleh pengembang yang menyebut diri mereka Huawei Company. Hal ini pun sudah dilaporkan oleh peneliti keamanan siber ESET, Lukas Stefanko.

“Malware ini menyebar melalui WhatsApp korban. Jika malware terpasang, ia akan otomatis membalas tiap pemberitahuan pesan masuk di WhatsApp dan menyebarkan tautan ke aplikasi Huawei Mobile yang palsu dan berbahaya,” ujar Stefanko, seperti dikutip dari laman ESET.

Hal ini terindikasi karena pengguna diarahkan ke situs mirip Google Play Store alih-alih ke Google Play Store asli. Selain itu, pengguna juga diminta untuk mengizinkan instalasi aplikasi dari tempat selain Google Play Store resmi.

Pengguna juga diminta untuk menonaktifkan salah satu fitur keamanan di Android. Setelah selesai dipasang, aplikasi ini mulai meminta untuk mendapat izin sejumlah hal, termasuk mengakses notifikasi di ponsel pengguna.

Pengguna juga diminta untuk setuju agar aplikasi bisa membalas pesan secara otomatis di Android. Sehingga, ia bisa mengirim pesan otomatis berisi link malware tadi pada tiap pesan yang masuk ke ponsel pengguna. Malware lantas bisa berjalan di latar belakang.

“Dengan dua fitur ini, malware dapat secara efektif merespon dengan pesan khusus untuk setiap pesan notifikasi WhatsApp yang diterima,” kata Stefanko.

Namun, malware hanya mengirim pesan kepada kontak pengguna jika pesan baru diterima korban dalam satu jam terakhir.

Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan pada calon korban selanjutnya. Sebab, jika link dikirim terus menerus tiap ia mengirim pesan baru, akan menimbulkan kecurigaan.

Aplikasi berbahaya ini juga menghabiskan baterai ponsel. Sebab, ia bakal meminta izin untuk berjalan di atas aplikasi lain, menutupi aplikasi lain, mengabaikan pengaturan pengoptimalan baterai, dan bisa berjalan di latar belakang, serta mencegah sistem mematikan malware ini karena menghabiskan baterai.(ct7/sis)

Berita terkait

Berikan Komentar Kalian

Back to top button
Enable Notifications OK No thanks